Pemerintahan

Relokasi Warga Terdampak Longsor Desa Sambirejo Jombang Masih Dibahas, Kini Sebagian Numpang di Rumah Kerabat

×

Relokasi Warga Terdampak Longsor Desa Sambirejo Jombang Masih Dibahas, Kini Sebagian Numpang di Rumah Kerabat

Sebarkan artikel ini
NYARIS AMBRUK: Kondisi rumah warga Sambirejo nyaris ambruk.

Desakita.co – Sepekan berlalu, rencana pemkab merelokasi tempat tinggal warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam (7/3) tak kunjung ada titik terang.

Salah satunya terkendala lahan.

Karena bangunan rumahnya sudah tak aman, sementara puluhan warga terdampak terpaksa mengungsi di rumah kerabat terdekat.

Pj Bupati Jombang Sugiat hingga kini masih terus berupaya mengusakan lahan relokasi untuk warga terdampak bencana tanah longsor.

”Sampai saat ini masih kita pertimbangkan. Apakah nanti kita tukar guling dengan lahan Perhutani atau kita menggunakan tanah kas desa,’’ ujar Sugiat kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (15/3).

Dari hasil koordinasi terakhir, usahan lahan relokasi menggunakan tanah kas desa ada kendala pada akses jalan. Kendala itu, akan membuat warga kesulitan untuk akses jika tetap digunakan lahan relokasi.

Baca Juga:  Sekadar Bongkar Kios Pedagang Lantai 2 di PCN Jombang, Disdagrin Bingung Langkah Pemanfaatan

”Atau kemarin ada usulan kita beli lahan di sana yang sesuai. Ini masih terus kita pertimbangkan,’’ tambahnya.

Sampai sekarang, lanjut Sugiat, pembahasan lahan relokasi terus dilakukan. Ia menegaskan akan mempertimbangkan secara matang untuk menentukan lahan relokasi.

”Kita cari alternaif paling bagus dan yang penting tidak menyalahi aturan,” terangnya.

Menurut dia, penanganan relokasi tidak hanya seputar penentuan lahan. Yang tak kalah pentingnya adalah meyakinkan warga agar mau direlokasi.

”Untuk merelokasi warga bukanlah hal yang gampang. Karena mereka sudah bertahun-tahun hidup di sana, mata pencahariannya juga di sana, kalau mau direlokasi kan tidak mudah. Namun, bagaimana pun juga ini demi keselamatan warga,’’ jelas dia.

Baca Juga:  Lakukan Trauma Healing Warga Desa Sambirejo, Cara RSUD Jombang Pulihkan Psikologi Korban Longsor

Sembari itu, pemkab terus koordinasi dengan BPBD Jawa Timur dan BNPB dalam hal dukungan penanganan.

”Baik dari BNPB maupun BPBD nantinya siap mendukung penanganan bencana di Sambirejo, salah satunya dukungan program stimulan hunian warga,’’ jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai Jumat (15/3), Pj Bupati Jombang Sugiat meminta setiap kepala OPD untuk secara bergantian berjaga 24 jam di wilayah terdampak tanah gerak di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam.

”Kita ingin memastikan keselamatan warga terjamin. Jangan sampai ada korban,’’ ujar Pj Bupati Jombang Sugiat kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Baca Juga:  Bangun Huntara Warga Terdampak Longsor Desa Sambirejo Jombang, Pemkab Alokasikan Rp 1 Miliar

Selain membentuk pokso dan dapur umum, pihaknya juga meminta semua kepala dinas dan kabag berjaga bergantian 24 jam penuh.

”Ya mulai kemarin saya minta jaga bergantian, dari pukul 08.00 sampai 20.00 malam, kemudian pukul 20.00 sampai pukul 08.00,’’ tambahnya.

Hal itu dilakukan untuk memastikan keselamatan warga.

Terlebih, di wilayah bencana tanah gerak itu kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Tercatat ada 12 rumah dengan kondisi hancur dan hampir roboh yang diakibatkan tanah gerak beberapa waktu lalu.

”Kemudian kami total ada 162 kepala keluarga yang terdampak,’’ kata dia merinci. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *