Desakita.co – Kajian lahan untuk lokasi hunian tetap (huntap) warga terdampak longsor di Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam akhirnya selesai.
Pemkab Jombang direkomendasikan menggunakan lahan tanah kas desa (TKD) yang berlokasi di Dusun Jumok, tepat di sisi utara huntara saat ini.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang Bambang Dwijo Pranowo menyampaikan, kajian lokasi huntap dilakukan selama 14 hari sejak awal Mei lalu.
Dari tiga lokasi yang dilakukan kajian bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ada satu lokasi yang direkomendasikan.
Baca Juga: 12 Huntara Selesai Dibangun, Warga Terdampak Longsor di Desa Sambirejo Jombang Mulai Boyongan
”Ya kajian huntap bersama PVMBG sudah selesai, ada satu lokasi yang direkomendasikan,’’ ujar dia melalui Stevy Maria, penanggung jawab operasional lapangan, penanggulangan bencana dan kebakaran BPBD Jombang Selasa (28/5).
Dijelaskan, awalnya ada tiga lokasi yang dikaji. Masing-masing di Dukuh Sumberlamong, Dusun Komboh dan Dusun Jumok.
”Hasilnya mengerucut ke TKD yang ada di Dusun Jumok. Letaknya di utara huntara (hunian sementara),’’ tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Jombang mulai melakukan kajian rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak tanah gerak di Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam. Sedikitnya, ada tiga lokasi yang dikaji untuk pembangunan hunian tetap tersebut.
Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan, kajian untuk lokasi hunian tetap yang dilakukan mengerucut pada tiga lokasi. “Dua lokasi di Dusun Komboh dan satu lokasi di kawasan huntara Dusun Jumok,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ia menyampaikan, dua dari tiga lokasi itu merupakan lahan milik warga. Lokasinya di luar Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok. Sedangkan satu lokasi masih berada di Dukuh Sumberlamong sendiri yang kini ditempati hunian sementara (huntara).
”Ini sedang kita carikan alternatif sembari lakukan kajian secara matang, karena jangan sampai nanti kita pindah kemudian rawan,’’ tambahnya. (ang)












