Pemerintahan

Kasus Pneumonia Meningkat Selama Ramadan, di RSUD Jombang Ada 212 Pasien Dirawat, Ini Penyebabnya

×

Kasus Pneumonia Meningkat Selama Ramadan, di RSUD Jombang Ada 212 Pasien Dirawat, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
DIRAWAT: Sejumlah pasien menjalani perawatan di RSUD Ploso, Jumat (22/3).

Desakita.co – Tren kunjungan pasien di dua rumah sakit pelat merah baik RSUD Jombang dan RSUD Ploso cukup tinggi akhir-akhir ini.

Mayoritas didomininasi pasien Pneumonia atau radang paru-paru hingga Inveksi Virus Dengue (IVD).

Seperti diakui dr Ma’murotus Sa’diyah, direktur RSUD Jombang, selama bulan Ramadan tren kunjungan pasien dengan gejala pneumonia cukup tinggi.

”Selama bulan Ramadan ini yang banyak kasus Pneumonia, ada 212 pasien, yang dewasa ada 154 pasien, dan 58 lainnya anak-anak,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dijelaskan, tidak ada penyebab tunggal Pneumonia. Pneumonia bisa disebabkan bakteri, virus, atau jamur yang ada di udara.

Baca Juga:  Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Hukum Teknologi Tergantung Penggunanya

”Cara penularan Pneumonia bisa melalui percikan ludah (udara) seperti saat seseorang sedang bersin, batuk, maupun berbicara,’’ jelas dia.

Selain kasus Pneumonia, lanjutnya, ada juga kasus IVD yang masih menjadi atensi.

Catatan tim medis RSUD Jombang, total ada 98 kasus selama ramadan.

Selain itu, ada beberapa kasus lain juga juga cukup menjadi perhatian misalnya persalinan risiko tinggi 103 kasus, gagal ginjal 58 kasus dan stroke 55 kasus.

Sementara dalam menghadapi libur lebaran, RSUD Jombang tidak melakukan penambahan bad.

Hanya saja, sejumlah penyakit patut diantisipasi, seperti penambahan kasus pneumonia dan diare, serta risiko stroke, juga kecelakaan.

Baca Juga:  Kelapa Genjah Bali Kuning, Andalan Pemkab Banyumas Percepat Hilirisasi Komoditas Perkebunan

”IGD beroperasi seperti biasa, tetap ada petugas dan dokter yang jaga, kamar operasi emergency juga tetap aktif seperti biasa saat lebaran,’’ jelas dia.

Pihaknya juga mengimbau, masyarakat tetap menjaga pola makan saat lebaran.

Sebab, dengan pola yang tidak sehat berpotensi mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

”Yang pasti harus jaga pola makan, hindari kontak dengan orang yang batuk pilek karena akan mudah tertular, serta berhati-hati dalam berkendara,” pungkasnya.

Tak jauh berbeda, tren kunjungan di RSUD Ploso juga mulai meningkat sejak awal Maret.

Baca Juga:  Jalan di Desa Pucangsimo Jombang Mulai Rusak, Muncul Lubang karena Aspal Mengelupas

Tercatat, ada 464 pasien yang dirawat. Didominasi pasien dewasa diatas 46 tahun, kemudian anak-anak usia 0-5 tahun.

”Kalau penyakitnya tidak ada yang mendominasi, rata-rata kalau dewasa adalah diabetes, hipertensi, sedangkan anak-anak lebih kepada dengue fever, dan bronkopneumonia,” ungkap dr Hendri Marzuki, direktur RSUD Ploso.

Untuk mempersiapkan lebaran, jumlah 125 bed (tempat tidur) dinilai cukup.

Namun perlu diantisipasi untuk penyakit tertentu, seperti diare karena transisi bulan puasa dan lebaran dengan banyak jajanan yang disediakan di rumah.

”Banyak makanan, bisa bikin kalap, semua makanan masuk, jadi harus perlu hati-hati,” pungkasnya. (wen/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *