Desakita.co – Pj Bupati Jombang Sugiat menjalani evaluasi tribulan kedua awal April.
Di depan Kemendagri, Sugiat mendapat sejumlah catatan sekaligus evaluasi dalam memimpin Jombang beberapa bulan terakhir.
Salah satunya, terkait angka kemiskinan esktrem dan stunting yang dilaporkan menurun meski belum signifikan.
”Ya, memang kemarin tanggal 2 April saya mengikuti evaluasi tribulan kedua dari Kemendagri. Alhamdulillah ada beberapa masukan dan apresiasi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Beberapa masukan yang itu di antaranya terkait penyederhanaan birokrasi hingga digitalisasi dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
“Bagaimana pelayanan harus terintegrasi satu sama lain. Karena kita sekarang sudah menerapkan sitem pemerintahan berbasis elektronik,’’ terang dia.
Beberapa apresiasi yang disampaikan, terkait pengendalian infasi yang cenderung menurun.
Indeks perkembangan harga (IPH) Jombang diketahui paling rendah se-Jawa Timur dengan skor -2,65.
”Namun kita tidak boleh lengah. Saya sampaikan ke OPD terkait pantau terus perkembangan harga, termasuk upaya intervensi yang perlu dilakukan,’’ jelasnya.
Selain itu, angka kemiskinan ekstrem dan stunting juga cenderung menurun. Namun, ia mengaku belum puas karena penurunan angka stunting belum signifikan.
”Hanya sekian persen, ini akan terus kita tekan termasuk kemarin dapat dana insentif fiskal nanti kita upaya tekan,’’ pungkas Sugiat. (ang/bin/ang)












