Desakita.co – Sebagian petani di Jombang saat ini sudah masuk musim tanam.
Untuk itu, informasi adanya pupuk tambahan diharapkan bisa segera turun agar saat pemupukan, mereka tidak pontang-panting mancari pupuk bersubsidi.
”Memang saya dengar ada tambahan pupuk subsidi dari pemerintah,” ujar Ruli Wijaya salah satu petani asal Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng.
Namun kapan pupuk subsidi turun itu yang tidak diketahuinya.
”Ya, semoga saja musim tanam ini,” katanya.
Sejak awal, ia berharap jatah pupuk subsidi bisa ditambah karena memang jatah sebelumnya tidak cukup.
”Kalau pada musim tanam pertama kemarin hanya mendapat 30 kilogram (Kg) pupuk untuk sawah seluas 1.300 M2,” keluhnya.
Dengan jatah yang segitu, maka otomatis kebutuhan pupuk masih sangat kurang.
Sehingga dirinya harus membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang sangat tinggi.
”Kalau tidak ditambah pupuknya, hasil panen juga tidak bisa bagus,” beber dia.
Hal senada disampaikan Pujiono petani asal Desa Banjardowo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, yang berharap pupuk tambahan bisa segera turun dan diberikan kepada petani.
Sejauh ini, jatah pupuk bersubsidi sangat kurang.
Belum lagi, perubahan iklim membuat tanaman padi sering diganggu hama dan sebagainya.
Kondisi ini yang memaksa tanaman padi butuh pupuk lebih.
Harapannya, tanaman padi bisa tumbuh maksimal dengan hasil panen yang lebih baik.
Baca Juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi di Jombang Menurun, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Jombang
”Kalau sudah terkena hama, tidak mendapat asupan pupuk tanaman juga tidak bagus. Pasti hasil panen juga tidak bagus,” pungkasnya.
Untuk diketahui, alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk Jombang pada musim kemarau (MK) satu bakal bertambah.
Ini setelah turun aturan baru yang mengatur penambahan jatah pupuk subsidi.
Tambahannya sebesar 27,5 ton. Peraturan tersebut Permentan 1/2024 yang mengatur penambahan semua jenis pupuk.
Pupuk Urea misalnya, semula mendapat jatah 14.703 ton, kini menjadi 25.128 ton atau tambahannya 10.425 ton.
Sedangkan pupuk NPK semula mendapat jatah 10.094 ton bakal menerima 21.575 ton.
Begitu juga pupuk jenis NPK Formula Khusus (FK) disebut, bakal menerima tambahan 15 ton, dari semula 2 ton menjadi 17 ton. Serta Pupuk Organik Granul (POG) sebanyak 5.642 ton. (yan/bin/ang)












