Desakita.co – Desa Pulosari adalah salah satu desa di Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang.
Saat ini Kepala Desa Pulosari dijabat Nefi Ufus Solikah.
Dilansir dari web desa Pulosari, pulosari.id menceritakan, sejarah Desa Pulosari berkaitan dengan tanaman pohon Polosari yang tumbuh di sekitaran desa.
Saat ini keberadaan pohon tersebut sudah jarang ditemui. Namun, masih bisa di temui dan saat ini di abadikan ditanam di depan Kantor Desa Pulosari.
“Namun ini tidaklah menjadi latar belakang asal usul Desa Pulosari,” ujar Nefi Ufus Solikah.
Diceritakan, terbentuknya Desa Pulosari, masih berkaitan dengan legenda kerajaan Majapahit yang pada masa itu di pimpin oleh Raja Brawijaya.
Dulunya, desa ini masih dalam bentuk hutan belantara yang hanya ditempati oleh beberapa penduduk saja.
Untuk memenuhi kebutuhan siar agama yang pada saat itu memeluk agama Hindu, maka Prabu Boko memerintahkan keponakanya yaitu Joko Lodang untuk medirikan tempat peribadatan yang berupa candi, yang sekarang di kenal dengan sebutan Candi Arimbi.
Baca Juga: Asal Usul Desa Mentaos Kecamatan Gudo Jombang: Dipercaya Karena Banyak Pohon Ini, Jadi Bahan Baku Sandal Bakiak
“Yang konon katanya merupakan bagian dari keluarga Raja Brawijaya yang bernama Dewi Arimbi, yang petilasanya ada di Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng,” tambahnya.
Pada masa itu, datanglah seorang tokoh ulama yang bernama Kyai Sari dan isrtinya yang bernama Mayang Sari.
Keduanya, adalah sosok yang membuka hutan untuk di jadikan sebuah pemukiman dengan membawa ajaran islam yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Pulosari.
Dalam perkembanganya, Kampung Pulosari menjadi Kampung yang subur, gemah ripah loh jinawi serta dijadikan sebagai pusat pemerintahan sampai pada masa sekarang.
“Di sebelah selatan Kampung Pulosari ada seorang tokoh ulama yang merupakan warga pendatang yaitu Kyai Nashir yang mendirikan sebuah kampung.
Sehingga sampai saat ini dikenal dengan nama Kampung Pulonasir, yang merupakan bagian dari Kampung Pulosari,” jelas dia.
Kampung tersebut, dalam perkembangannya dikenal dengan nama Dusun Pulonasir.
Adapun sebelah utara Kampung Pulosari yang di batasi sebuah sungai yang besar dan masih berupa hutan belantara yang dijadikan arena adu pukul atau adu kesaktian.
Maka penduduk Kampung Pulosari di kenal dengan sebutan Segitik (adu pukul).
Sehingga di kenal dengan nama Kampung Segitik.
Dan sekarang beralih nama dengan sebutan Kampung Sumbermulyo.
“Kesimpulannya bahwa Desa Pulosari menyimpan banyak historis dari Kerajaan Majapahit,” pungkasnya. (ang)












