DesaKita.co – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang menggelar monitoring dan evaluasi (monev) penerimaan PBB-P2 dan pendataan massal PBB-P2 di Selasar Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, Kamis (19/9).
Monev dilakukan sebagai langkah percepatan pembayaran dan upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Hadir dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo, Kepala Bapenda Jombang Hartono dan pewakilan Kejari Jombang.
Baca Juga: Diberi Campuran Bawang Putih, Cara Petani Wonosalam Hasilkan Budi Daya Labu Blonceng Maksimal
Monev diikuti seluruh camat se-Kabupaten Jombang beserta koordinator wilayah dan koordinator lapangan pendataan massal PBB-P2.
”Jadi kami memberikan motivasi dan warning kepada camat agar penerimaan PBB-P2 dan pendataan massal PBB-P2 cepat selesai,” kata Hartono.
Sebab, dalam monev kali ini ada dua agenda. Percepatan pembayaran dan pendataan massal tahap satu dan kedua.
Karena jatuh tempo pembayaran PBB-P2 tahun ini sudah berlalu atau pada Juni lalu.
”Mindset masyarakat sudah tertanam September ini jatuh tempo, tetapi tahun ini menjadi Juni, sehingga kita harus mengubah mindset itu,” ujar Hartono.
Baca Juga: Upaya Tingkatkan Nilai Keagamaan Siswa, SMKN Mojoagung Gelar Salawat Peringati Maulid Nabi
Tahun ini pemkab sudah menargetkan PAD bersumber PBB-P2 sebesar Rp 48,5 miliar setelah dilakukan perubahan APBD 2024.
Sedangkan tahun lalu, targetnya Rp 41 miliar.
”Jadi monev penerimaan dan pendataan ini saling berkaitan,” ujar dia.
Untuk pendataan massal, ada dua tujuan. Pertama, mengetahui kondisi rill tanah dan bangunan.
”Jadi di SPPT yang dulunya tanah saja sekarang sudah diketahui, selain tanah ternyata ada bangunannya, kedua mengetahui pemecahan objek pajak,” tutur Hartono.
Selain itu, pendataan massal juga sebagai upaya untuk meningkatan PAD dari sektor PBB-P2.
Itu dibuktikan, di Kecamatan Kudu yang sudah tuntas 100 persen.
”Awalnya ada 20.000, SPPT tahun depan menjadi 25.000, jadi ada peningkatan,” tutur dia.
Monev juga dilakukan agar pendataan tuntas sesuai target akhir Oktober lalu. Mengingat tahap pertama dan kedua sampai saat ini masih berjalan.
Baca Juga: Manfaatkan Pekarangan Rumah, Warga Desa Wonosalam Jombang Budi Daya Labu Blonceng
”Tahap pertama persentasenya 70 persen, sedangkan pendataan massal tahap kedua 50 persen,” ujar dia.
Sementara itu, Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo mengapresiasi langkah Bapenda Jombang. Dia berharap setelah monev, seluruh camat aktif turun ke lapangan. Memastikan ke setiap desa. Ini dilakukan agar pembayaran PBB-P2 tahun ini tak ada yang menunggak.
”Jadi ini merupakan tanggung jawab bersama, apa yang sudah diamanahkan kepada seluruh camat harus dikerjakan,” kata Teguh.
Salah satunya melakukan pembinaan ke tingkat desa jika ada kendala. ”Memastikan, dengan begitu penerimaan PBB-P2 bisa optimal,” imbuhnya.
Dengan begitu, akhir bulan ini bisa dilakukan evaluasi.
”September ini akan diselesaikan di bapenda dengan kajian bersama kejaksaan (Kejari Jombang),” kata Teguh. (fid/naz)












