DesaKita.co – Di bulan suci Ramadan 1445 Hijriah, para santri Pondok Pesantren At-Tahzib di Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang rutin mengajarkan santrinya kitab kuning. Bahkan ngaji ini dilakukan pagi dan malam hari.
Memasuki Ramadan 1445 H ,Pondok Pesantren At – Tahzib konsisten mengajarkan kepada para santrinya untuk mengaji puluhan kitab kuning di Ramadan. Saat memasuki area Pondok Pesantren At –Tahzib, tampak para santri sedang berjejer duduk untuk mengikuti kajian kitab kuning yang di isi oleh ustad dari pondok pesantren dan para santri sedang khusyuk mengikuti kajian kitab kuning tersebut.
Pengasuh Pondok pesantren At Tahzib KH Ahmad Masruh mengatakan, di bulan Ramadan ini biasanya santri bebas memilih ngaji kitab kuning. “Ada sekitar 70 kitab kuning yang dikaji jadi anak anak bisa memilih mana kitab yang disukai sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.
Pria yang kerap disapa Gus Masruh menjelaskan di bulan Ramadan ini anak-anak santri di Pondok Pesantren At -Tahzib ini di samping mendapatkan ilmu alat juga mendapatkan ilmu akhlak, ilmu yang kaitannya dengan hukum hukum .
“Kalau di bulan Ramadan ini biasanya santri diajarkan ilmu akhlaq dan ilmu fiqih. Ngaji kitab kuning karena madrasah diniyah libur jadi di isi ngaji kitab kuning oleh para santri,” terangnya.
Gus Masruh mengatakan dengan kegiatan mengaji kitab kuning para santri dengan seraya berdoa memohon kepada Allah dan salawat kepada Rasulullah karena bulan Ramadan adalah bulan yang baik untuk beribadah kepada Allah.
Ditemui selesai mengaji kitab kuning Mohamad Nur Hidayat santri dari Magetan mengatakan di bulan Ramadan ini banyak ngajinya karena sekolahan libur .Untuk hari ini ngaji kitab kuning Safinatun Najah tentang rukun iman.
“Dari ngaji kitab kuning tersebut kami banyak ilmu yang didapat untuk bekal kelak nanti ketika santri lulus dan terjun ke masyarakat dan bisa di amalkan,” ungkapnya. (yan/naz/fid)











