Pendidikan

Gencar Lakukan Sosialiasi PPDB Sejak Awal, Dinas P dan K Jombang Ingin PPDB 2024 Berjalan Lancar

×

Gencar Lakukan Sosialiasi PPDB Sejak Awal, Dinas P dan K Jombang Ingin PPDB 2024 Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini
GAMBLANG: Kegiatan sosialisasi PPDB SMP di aula SMKN 3 Jombang.

Desakita.co – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini dipastikan berjalan lebih baik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi PPDB, Senin (25/3) sampai Kamis (28/3) di aula SMKN 3 Jombang.

Sosialisasi yang digelar bidang pembinaan SMP tersebut diberikan kepada seluruh kepala SD dan MI negeri maupun swasta.

’’Ini wajib diikuti, saya pantau betul absensinya, agar semua pesan yang diberikan sampai ke satuan pendidikan, dan memaksimalkan PPDB 2024 ini,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen.

Baca Juga:  Sudah Mulai Proses Perencanaan, Ini Daftar 11 SD Negeri di Jombang Direhabilitasi Lewat Anggaran DAK 2024

Menurutnya, PPDB selalu memunculkan permasalahan setiap tahun.

Utamanya dalam daya tampung di SMPN yang terbatas. Beberapa sekolah bahkan jadi rebutan, hingga wali siswa rela mengakali aturan yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga:  Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko Bebaskan Lahan Milik Warga, Kembangkan Pelestarian Cagar Budaya

Tahun ini, ada aturan-aturan baru yang memperketat PPDB.

Kepala sekolah juga diminta mengajak seluruh wali siswa untuk mengikuti PPDB sesuai aturan.

’’Berikan pengertian kepada wali siswa untuk mengikuti aturan PPDB dengan jujur, sehingga tujuan zonasi untuk belajar lebih efektif bagi yang tinggal dekat di sekitar sekolah bisa tercapai,’’ urainya.

Senen meminta operator dibawah pengawasan kepala sekolah membantu siswa dalam proses pendaftaran secara online. Utamanya bagi sekolah-sekolah pinggiran.

Baca Juga:  Lumayan! Dianggarkan Rp 4,5 M, BOP Pendidikan Kesetaraan di Jombang Naik Tipis

’’Di kota tidak khawatir karena mungkin lebih terbuka wawasan tentang teknologi, tapi yang dipinggiran, barangkali ada orang tua yang tidak mengerti tentang pendaftaran secara online, maka ini jadi tanggungjawab operator SD atau MI sekolah asal,’’ jelasnya. (wen/jif/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *