Desakita.co – Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Jombang, Drs Muhammad Agussalim MH, memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan bimbingan pendidikan diniyah dan pondok pesantren.
Dibawah pembinaan Kemenag, kini jumlah pondok dan taman pendidikan Alquran (TPQ) yang tercatat resmi semakin meningkat.
’’Kami di PD Pontren memiliki tugas melaksanakan pelayanan, bimbingan, pembinaan, dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (20/9).
Pihaknya intensif membina setiap lembaga untuk tertib melaporkan administrasi melalui Emis atau platform sistem pendataan pendidikan di Kementerian Agama.
’’Kita bina agar terampil Emis, baik meliputi izin operasional maupun administrasi lainnya,’’ tambah pria kelahiran 17 Agutus 1970 ini.
Dengan pembinaan dan bimbingan tersebut, kini jumlah pondok pesantren yang terdata secara resmi meningkat. Tahun 2023 sebanyak 228 pondok, tahun ini menjadi 235 pondok.
TPQ dari jumlah 3.081 menjadi 3.116.
’’Dengan Emis yang meningkat, maka kualitas pendataan pondok dan TPQ di Jombang semakin bagus,’’ terang anak ketiga dari pasangan H M Thohir dan Hj Nur Laily ini.
Agussalim mengawali pendidikannya di SDN Kwangsan Sedati lulus 1982. SMPN 1 Sedati lulus 1985.
SMA Gedangan Sidoarjo lulus 1988. Kemudian Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel lulus 1992.
Dia menuntaskan pendidikan S2 di Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Fakultas Hukum lulus 2018.
Agussalim memilih menetap di Jombang setelah mengikuti dawuh gurunya, KH Abdul Jabar Adlan, pengasuh Pondok Putri Walisongo Cukir. Ia mengajar di Unhasy Fakultas Dakwah 1994 hingga 2018.
Agussalim masuk PNS 1999. Ia ditugaskan pertama kali di penyuluh KUA Kecamatan Ploso 2000 hingga 2003.
Ia juga pernah di KUA Kecamatan Mojowarno sebagai penyuluh.
’’Pada 2005 saya diangkat menjadi Kepala KUA di Kecamatan Mojoagung,’’ paparnya.
Baca Juga: Intip Profil Sunarsih Atlet Softball Nasional yang Kini Jadi Guru di SMPN Sumobito Jombang
Agussalim juga pernah menjadi kepala KUA Kecamatan Diwek, Wonosalam Ploso dan Bareng. ’’2017 saya dipercaya mengemban amanah sebagai Kasi Penyelenggara Syariah sampai 2021.
Kemudian ditugaskan menjadi Kasi Pendidikan Agama Islam. Mulai 2023 hingga sekarang menjadi Kasi PD Pontren,’’ ungkapnya.
Aktif di NU dan Rutin Isi Pengajian
SEMENTARA ITU, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Jombang, Drs H Muhammad Agussalim MH, juga aktif di Nahdlatul Ulama (NU).
Pria yang tinggal di Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno ini mulai berkhidmat di MWC NU Mojowarno sejak 2003.
’’Saya aktif di NU sejak di KUA Kecamatan Mojowarno, sekitar 2003,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Saat ini, dia dipercaya menjabat katib syuriah MWC NU Mojowarno.
Baca Juga: Profil Soeharto Ketua PMI Kabupaten Jombang: Perintis Berdirinya PMI Jombang, Aktif Sejak 1980
Baginya, NU bukan sekedar organisasi keagamaan, namun juga tempat berkhidmat sekaligus jalan untuk menebar dakwah kepada umat.
’’Sejak saya bergabung di NU, ada berbagai kegiatan pengajian yang kita adakan. Salah satunya majelis pengajian Ahad Legi,’’ terangnya.
Disela-sela waktunya, Agussalim juga sering mengisi khotbah Jumat dan pengajian yang diadakan warga di sekitar Kecamatan Mojowarno.
’’Alhamdulillah kalau pengajian dan khotbah rutin sampai sekarang,’’ terangnya.
Muhammad Agussalim menikah dengan Siti Durotun nafiah asli Magelang. Dari pernikahannya, dikaruniai tiga anak. M Athfan Falahul Huda, Siti Nur Kholilah Kamelia dan terakhir M Rosihan Safiqudin. (ang/jif)












