Desakita.co – Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno dikenal sebagai sentra home insdustri kerajinan dompet, pouch hingga kotak pensil. Salah satunya, yang ditekuni Amalia Rosalindah, 40.
Di rumahnya itu, sejumlah pekerja terlihat sibuk dengan pekerjaan di tangannya. Di depan mereka, warna-warni kain dan bahan lainnya tengah dipotong, dijahit hingga dirapikan. Ya, beginilah kesibukan sehari-hari di rumahnya. ”Sudah 12 tahun belakangan ini produksi begini, di sini khusus kotak pensil,” ungkap Amalia.
Amalia lebih fokus pada pouch hingga kotak pensil. Seluruhnya menggunakan bahan kain dan bahan sintetis. ”Bahannya pakai sintetis, karena biar harganya lebih murah,” lontarnya.
Ia mengembangkan produknya dengan beragam motif dan karakter untuk menarik pelanggan. ”Ada yang model polos, ada juga yang karakter, macam-macam,” lontarnya.
Hasil produksinya ini, biasa dikirimkan ke sejumlah toko dan penjual ke berbagai wilayah di sekitar Jombang hingga Surabaya. ”Kalau harganya paling murah Rp 25 ribu yang paling mahal Rp 30 ribu untuk setiap lusinnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Intip Profil Sunarsih Atlet Softball Nasional yang Kini Jadi Guru di SMPN Sumobito Jombang
Sementara itu, tahun ajaran baru sekolah menjadi berkah bagi perajin Amalia Rodalindah, 40. Perajin tas pensil asal Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno mengaku banjir pesanan. ”Kalau musim tahun ajaran baru begini memang semakin banyak produksinya, bisa naik sampai lebih dari 2 kali lipat,” ungkapnya.
Sejak sebulan terakhir, Amalia menyebut pesanan banyak berdatangan. Jika di hari biasa ia memproduksi 2.000 pieces setiap harinya, sementara sebulan terakhir ini ia harus memproduksi hingga 5.000 pieces dalam sehari. ”Pesanan dari toko-toko peralatan sekolah memang sedang banyak, jadi harus mengimbangi juga kita produksinya,” lontarnya. Kendati pesanan melonjak drastis, Amalia memilih tak menaikkan harga jualnya. ”Kalau pas momen begini omzet bisa mencapai Rp 25 juta,” pungkasnya. (riz/naz)












