Potensi

Lewat Program Budi Daya Ikan Nila, Cara Pemdes Panglungan, Wonosalam Jombang Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

×

Lewat Program Budi Daya Ikan Nila, Cara Pemdes Panglungan, Wonosalam Jombang Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
INOVATIF: Kepala Desa Panglungan Sugiat memberi makan ikan nila yang dibudidayakan dalam kolam terpal.

Desakita.co – Pemerintah Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, punya program inovatif guna meningkatkan perekonomian warga.

Selain mengembangkan potensi budi daya perkebunan, ada juga program ketahanan pangan dengan cara budi daya ikan nila.

Kepala Desa Panglungan Sugiat mengatakan, program ketahanan pangan melalui budi daya ikan nila tersebut bersumber dari anggaran dana desa (DD) 2023.

Baca Juga:  Bikin Heboh! Ular Sanca 4 Meter Menggeliat di Permukiman Warga Desa Japanan, Mojowarno Jombang

”Total ada enam titik yang kita mulai tahun ini. Tersebar merata di lima dusun, yakni Dusun Sranten, Panglungan, Dampak, Arjosari dan Mendiro,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, program tersebut diberikan kepada masing-masing kelompok. Setiap titik diberikan bantuan kolam dan bibit ikan.

Tujuannya, memberikan pelatihan budi daya ikan nila kepada warga.

Baca Juga:  Miliki Sentra Anyaman Bambu, Pemdes Gedangombo, Ploso Jombang Fasilitasi Melalui BUMDes

”Sehingga harapan kami dapat menambah nilai ekonomi mereka,’’ tambahnya.

Ia juga berharap, masyarakat nanti bisa mengembangkan budi daya ikan nilai dengan memanfaatkan pekarangan kosong di rumah.

”Sehingga ekonomi bisa meningkat, dan ketahanan pangan dapat terjaga,’’ papar dia.

Sebagai wilayah yang memiliki potensi perkebunan melimpah, Sugiat juga memperhatikan sektor tersebut.

Baca Juga:  Nilai Jual Lebih Tinggi, Petani di Wonosalam Jombang Mulai Tertarik Budi Daya Durian Premium

Secara rutin, Pemdes Panglungan mengadakan program guna mendukung sektor perkebunan.

Mulai pelatihan pembuatan pupuk kompos, pengadaan bibit perkebunan serta pendampingan kelompok tani di Dusun Arjosari dengan membuat pupuk kandang kemasan.

”Untuk memaksimalkan potensi perkebunan yang ada, kita juga punya beberapa program yang sudah berjalan,’’ pungkasnya. (ang/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *