Potensi

Menengok Pembuatan Tusuk Sate di Desa Wonomerto Jombang: Manfaatkan Bambu Petung, Dikirim Hingga Malang

×

Menengok Pembuatan Tusuk Sate di Desa Wonomerto Jombang: Manfaatkan Bambu Petung, Dikirim Hingga Malang

Sebarkan artikel ini
DIPROSES: ILindawati 32, Warga Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam saat membuat tusuk berbahan bambu, kemarin (12/6).

Desakita.co – Warga yang tinggal di lereng Gunung Anjasmoro kreatif memanfaatkan potensi sumber daya alam.

Salah satunya dilakukan Ira Nuriawan, 32, warga Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam yang membuat berbagai macam jenis tusuk berbahan bambu.

Ira sudah memulai usaha pembuatan tusuk berbahan bambu sejak 2015.

Ada beberapa jenis tusuk yang dibuat, mulai tusuk sate, tusuk pentol, tusuk gigi dan lain-lain sesuai permintaan.

”Kami merintis mulai dari nol. Mulai menggunakan cara tradisional hingga kini beralih dengan mesin pencacah sehingga pekerjaan lebih cepat dan ringan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Baca Juga: Padukan Pakan Hijau dan Comboran, Warga Desa Wonosalam Jombang Sukses Lakukan Penggemukan Sapi Potong, Ini Rahasianya

Baca Juga:  Cocok Jadi Cemilan Saat Lebaran, Permintaan Kacang Kulit di Desa Selorejo Mojowarno Jombang Meningkat

Untuk bahan baku pembuatan tusuk, Ira memilih bambu betung.

Selain keberadaanya yang cukup melimpah di Wonosalam, bambu jenis ini juga memiliki tekstur yang keras dan tidak mudah patah.

”Kebetulan di Wonosalam sangat melimpah, jadi tidak perlu bingung mencari bahan baku bambu,” bebernya.

Saat awal merintis usaha, Ira hanya membuat produk dalam jumlah terbatas, terlebih saat itu proses pembuatan tusuk masih tradisional.

Baca Juga:  Inovasi Kecamatan Bareng Jombang: Wujudkan Layanan Publik Berbasis Digital dan Terintregasi

Dalam perkembangannya, produknya banyak diminati konsumen, terlebih menjelang momentum hari raya Idul Adha permintaan barang meningkat.

Agar proses produksi pembuatan tusuk bisa lebih cepat, Ira memutuskan membeli mesin pencacah bambu. ”Sekarang dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 10-15 batang bambu,” tambahnya.

Baca Juga: Harga Jual Bersaing, Warga Desa Wonosalam Jombang Tertarik Budi Daya Cacing Tanah, Ini Jenisnya

Proses pembuatan tusuk dari bambu tidak terlalu sulit. Pertama-tama, batang bambu yang masih utuh, selanjutnya dipotong-potong menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan.

Baca Juga:  Profil Lengkap Camat Kabuh Jombang Anjik Eko Saputro: Getol Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kawal Pengembangan Infrastruktur

Setelahnya, potongan-potongan bambu tersebut dicacah menjadi beberapa bagian.

Setelahnya, potongan bambu diolah lagi menggunakan mesin khusus sehingga berbentuk lidi yang masih kasar.

Baca Juga: Dapat Cuan Jutaan Rupiah, Segini Harga Jajan Jadul Kembang Goyang Buatan Warga Desa Carangwulung Wonosalam Jombang

Dari bentuk lidi yang masih kasar kemudian diolah lagi dengan mesin sehingga berbentuk lidi yang sudah halus.

Setelahnya, lidi-lidi itu dijemur atau dilakukan pengasapan agar mencegah dimakan kutu. Setelahnya lidi-lidi tersebut disortir dan dipoles. (ang/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *