Desakita.co – Warga yang tinggal di lereng Gunung Anjasmoro kreatif memanfaatkan potensi sumber daya alam.
Salah satunya dilakukan Ira Nuriawan, 32, warga Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam yang membuat berbagai macam jenis tusuk berbahan bambu.
Ira sudah memulai usaha pembuatan tusuk berbahan bambu sejak 2015.
Ada beberapa jenis tusuk yang dibuat, mulai tusuk sate, tusuk pentol, tusuk gigi dan lain-lain sesuai permintaan.
”Kami merintis mulai dari nol. Mulai menggunakan cara tradisional hingga kini beralih dengan mesin pencacah sehingga pekerjaan lebih cepat dan ringan,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Untuk bahan baku pembuatan tusuk, Ira memilih bambu betung.
Selain keberadaanya yang cukup melimpah di Wonosalam, bambu jenis ini juga memiliki tekstur yang keras dan tidak mudah patah.
”Kebetulan di Wonosalam sangat melimpah, jadi tidak perlu bingung mencari bahan baku bambu,” bebernya.
Saat awal merintis usaha, Ira hanya membuat produk dalam jumlah terbatas, terlebih saat itu proses pembuatan tusuk masih tradisional.
Dalam perkembangannya, produknya banyak diminati konsumen, terlebih menjelang momentum hari raya Idul Adha permintaan barang meningkat.
Agar proses produksi pembuatan tusuk bisa lebih cepat, Ira memutuskan membeli mesin pencacah bambu. ”Sekarang dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 10-15 batang bambu,” tambahnya.
Baca Juga: Harga Jual Bersaing, Warga Desa Wonosalam Jombang Tertarik Budi Daya Cacing Tanah, Ini Jenisnya
Proses pembuatan tusuk dari bambu tidak terlalu sulit. Pertama-tama, batang bambu yang masih utuh, selanjutnya dipotong-potong menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan.
Setelahnya, potongan-potongan bambu tersebut dicacah menjadi beberapa bagian.
Setelahnya, potongan bambu diolah lagi menggunakan mesin khusus sehingga berbentuk lidi yang masih kasar.
Dari bentuk lidi yang masih kasar kemudian diolah lagi dengan mesin sehingga berbentuk lidi yang sudah halus.
Setelahnya, lidi-lidi itu dijemur atau dilakukan pengasapan agar mencegah dimakan kutu. Setelahnya lidi-lidi tersebut disortir dan dipoles. (ang/naz)












