Desakita.co – Momentum Idul Adha menjadi momen yang ditunggu perajin tusuk sate.
Pasalnya, pada momen hari raya umat Islam ini, permintaan tusuk sate meningkat. Hal ini juga dirasakan
Ira Nuriawan, 32, perajin tusuk sate asal Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam.
Bahkan permintaan tidak hanya dari lokal Jombang namun beberapa pelanggannya juga datang dari kebupaten/kota tetangga.
”Pengiriman sekitar Jombang dan ada juga yang kita kirim ke pengepul di Kabupaten Malang,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Selain melayani pembelian dalam jumlah besar, ia juga melayani pembelian untuk para pedagang kecil. Misalnya, pedagang pentol, sate hingga kudapan yang menggunakan tusuk.
”Untuk harga bervariatif tergantung ukurannya mulai Rp 6 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogramnya,” jelas dia.
Dalam sebulan, Ira bisa meraup omzet sekitar Rp 4- Rp 5 juta. Omzet itu tergantung banyaknya tusuk yang dikirim kepada para konsumen.
”Alhamdulillah, untuk permintaan menjelang Idul Adha ini ada kenaikan. Permintaan meningkat hampir dua kali lipat setiap minggunya,” pungkasnya. (ang/naz)












