Uncategorized

Baru Selesai Dibangun, Sayap Jembatan di Desa Brodot Jombang Muncul Retakan

×

Baru Selesai Dibangun, Sayap Jembatan di Desa Brodot Jombang Muncul Retakan

Sebarkan artikel ini
RETAK: Sayap jembatan di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo muncul retakan, Jumat (23/2).

DesaKita.co – Sayap jembatan di Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang muncul retakan di beberapa titik. Kondisi ini dikhawatirkan warga bakal berdampak ke tanggul hingga muncul longsoran baru.

Pantauan di lokasi, dari empat bangunan sayap jembatan kondisinya tak lagi utuh. Muncul retakan memanjang, utamanya berada di sebelah selatan. ”Awalnya kecil, sekarang sudah kelihatan besar dan panjang,” kata Akhmadi salah seorang warga saat melintas.

Baca Juga:  Bekali Santri Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Sabut Kelapa, Cara Unwaha Jombang Dorong Kemandirian Ekonomi

Menurut dia, munculnya retakan itu baru saja terjadi. ”Awal Februari, pokoknya pas hujan turun hampir setiap hari,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan M Efendi warga lainnya, yang menyebut memang ada retakan pada bangunan yang baru selesai dikerjakan. ”Karena mungkin di situ urukan baru, tergerus kena hujan deras, bangunannya keropos dan retak,” katanya.

Baca Juga:  Daginnya Creamy dan Legit, Durian Musangking Asli Wonosalam Jombang Banyak Diburu

Dia menyebut, retakan itu sudah disampaikan ke salah satu pihak rekanan yang melakukan pengecekan jembatan beberapa waktu lalu.

”Waktu ada pihak proyek ke situ (lokasi jembatan, Red) sudah ditunjukkan, lokasinya di kanan dan kiri ada yang rusak. Jadi tidak hanya satu saja, kanan dan kiri atau utara dan selatan,” imbuhnya.

Diharapkan, jembatan yang retak bisa segera ditindaklanjuti. Jika dibiarkan dalam kurun waktu yang lama, ada kekhawatiran muncul longsoran baru. ”Kalau bisa segera diperbaiki atau apa, karena tanggul Kali Konto ketika air tinggi rentan longsor,” kata Efendi.

Baca Juga:  Tekan Stunting, Pemkab Jombang Salurkan 750 Kg Ikan di Kecamatan Plandaan

Kondisi ini ditunjang sebagian titik tanggul yang hampir sama. ”Setelah proyek selesai, lebar tanggul dekat jembatan ternyata tidak diratakan atau sama. Sehingga ada semacam krowakan,” pungkasnya. (fid/bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *