PemerintahanUncategorized

Debit Sungai Tinggi, Bikin Tanggul di Desa Pagertanjung Jombang Jebol

×

Debit Sungai Tinggi, Bikin Tanggul di Desa Pagertanjung Jombang Jebol

Sebarkan artikel ini
JEBOL: Tanggul Kali Marmoyo di Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso jebol Kamis (7/12) lalu.

Desakita.co – Tanggul Kali Marmoyo di Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso jebol Kamis (7/2) lalu.

Hingga Jumat (8/12) sore, perbaikan tanggul belum bisa dilakukan karena kondisi debit yang masih tinggi.

“Jadi jebol itu diketahui dan dilaporkan ke kami pada Jumat pagi, jadi kemungkinan jebolnya ya sejak Kamis malam,” terang Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Jombang Sultoni.

Baca Juga:  Pemkab Bakal Sewa Lapangan Bawangan di Desa Losari Jombang untuk Tempat Relokasi Pedagang Pasar Ploso, Bayarnya ke Perhutani

Dijelaskannya, tanggul yang jebol itu berada di tengah persawahan di Desa Pagertanjung.

Tanggul setebal lebih dari 3 meter itu, jebol sepanjang 8 meter.

”Untuk dampaknya otomatis air langsung melimpas ke areal persawahan, beruntung memang sawah dalam kondisi belum ditanami, untuk dampak ke permukiman sementara belum ada laporan,” lontarnya.

Sultoni juga menjelaskan, kondisi Kali Marmoyo memang tengah mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko Serahkan 150 Sertifikat Program PTSL kepada Warga

Hujan lebat di wilayah hulu, membuat debit kali besar di Utara Brantas ini tinggi dengan aliran yang sangat deras.

“Tiga harian ini memang debitnya tinggi, ditambah lagi Rabu (6/12) malam itu hujan deras di hulu, sehingga air memang bertambah juga debitnya,” lontarnya.

Jebolnya tanggul itu, disebut juga belum bisa ditangani maksimal.

Baca Juga:  Sub Terminal di Desa Ploso dan Desa Gambiran Jombang Rencana Dialihfungsikan, Pemkab Masih Lakukan Kajian

Sultoni menyebut, debit Kali Marmoyo yang masih tinggi membuat penutupan tanggul mustahil dilakukan.

“Yang bisa kita lakukan sementara memang menunggu, tapi kita koordinasi dengan bendungan di hilir agar bisa dibuka leib besar, agar air lebih cepat lewat dan muka air turun. Karena kalau muka air tidak turun penanganan tidak bisa dilakukan,” pungkasnya. (riz/ang/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *