Pemerintahan

Inovasi Kecamatan Kesamben Jombang: Punya Sipkemas untuk Dekatkan Layanan Masyarakat

×

Inovasi Kecamatan Kesamben Jombang: Punya Sipkemas untuk Dekatkan Layanan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
GAYENG: Camat Kesamben Eka Yulianto ketika Ngobar dengan kades

Desakita.co – Kecamatan Kesamben memiliki inovasi program yang ciamik.

Yakni Sipkemas (Sistem informasi pelayanan Kecamatan Kesamben kepada masyarakat). Program ini untuk mendekatkan pelayanan sekaligus mempersingkat waktu.

Camat Kesamben Eka Yulianto SStp mengatakan, inovasi program itu sudah di-launching sejak 2023 lalu.

Sampai saat ini masih terus berjalan dan dikembangkan lagi. ”Jadi, Sipkemas ini tujuannya mendekatkan pelayanan masyarakat ke kecamatan, sekaligus mempercepat pelayanan,” kata Eka kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Teknisnya terdapat barcode yang terhubung ke bit.ly/SIPKEMAS.

Masyarakat yang hendak mengurus pelayanan adminduk ataupun lainnya, bisa men-scan barcode itu.

”Bagi warga yang mengurus pengajuan permohonan kependudukan atau lainnya agar mengisi data diri dan nomor telepon atau WhatsApp melalui barcode itu,” imbuh dia.

Baca Juga: Sinergi dengan TNI, Desa Jombatan Kesamben Jombang Jadi Sasaran Program Perluasan Areal Tanaman Padi

Setelah terhubung, masyarakat bisa mengisi data diri, mulai dari nama, alamat e-Mail, tanggal berkas masuk, NIK yang mengurus data kependudukan, hingga dokumen yang diurus.

Baca Juga:  Pencairan Dana Desa Lamban, Baru 128 Desa di Jombang Ajukan Proses Administrasi

”Untuk dokumen yang diurus ada KTP, KK dan dokumen lainnya,” imbuh dia.

Menurut dia, warga tak harus langsung datang ke kecamatan. Sebab, cukup ke desa nantinya diteruskan ke kecamatan.

”Dari desa kirim ke kecamatan dan kami verifkasi, sehingga masyarakat datang tinggal mengambil dokumen yan dibutuhkan,” tutur Eka.

Ketika dalam satu hari tak ada progres, masyarakat bisa menanyakan ke pemdes ataupun ke kecamatan.

”Maka kami wajib menindaklanjuti, apakah ada yang kurang dan sebagainya,” ujar dia.

Selain mendekatkan pelayanan, adanya inovasi itu juga mempercepat pelayanan kepada masyarakat. ”Tidak berbelit-belit lagi, misalnya masyarakat tidak bisa mengambil kami siap untuk megantar,” kata Eka.

Baca Juga: Jalan Antar RT Desa di Jombang Ini Semakin Mulus, Ini yang Dilakukan Pemerintah Desa

Ngopi Bareng Kades hingga Pelestarian Kesenian Tari Topeng Jatiduwur

SEMENTARA itu, ada empat inovasi program Kecamatan Kesamben yang kini sudah berjalan.

Baca Juga:  Pengendara Harus Waspada! Jalan Cor di Desa Banjaragung Jombang Muncul Keretakan, Begini Kondisinya

Masing-masing Ngobar (Ngopi bareng) Kepala Desa, Kesamben Bebas Banjir, Puskeswa (Posyandu kesehatan jiwa), dan fasilitasi kesenian tari topeng Jatiduwur.

Camat Kesamben Eka Yulianto SStp mengatakan, untuk Ngobar dengan kepala desa sudah ada sejak 2022 lalu.

Kegiatan Ngobar dihelat setiap bulan sekali. ”Jadi, kita selain ngopi bareng juga membahas permasalahan yang ada di setiap desa,” kata Eka.

Agenda itu biasanya dihelat di tempat yang berbeda. ”Bergantian, kadang di desa A lalu bulan depan di desa B,” imbuh dia.

Upaya itu dilakukan selain menampung persoalan desa, juga memecahkan segala masalah. ”Pak kades meyampaikan unek-uneknya, tidak harus formal ke kantor kecamatan,” ujar Eka.

Dengan ngopi bareng, mempererat tali silaturahmi antarkades. ”Desa di Kecamatan Kesamben semakin guyub dan rukun,” tutur dia.

Untuk inovasi Kesamben bebas banjir, pihaknya intens melakukan koordinasi dengan OPD teknis. Mengingat selama ini ketika musim hujan tiba, beberapa desa setempat jadi langganan banjir. ”Salah satunya normalisasi Afvoer Wtaudakon kemarin sudah ada action, kita sinergi dengan pemdes,” ujar dia.

Baca Juga:  Kerusakan Semakin Berat, Jalan Cor Nasional di Kecamatan Peterongan Jombang Bakal Dibongkar Lagi, Ini Penjelasannya

Baca Juga: Pemdes Krembangan Gudo Jombang Realisasikan Pembangunan IPA untuk Ketersediaan Jaringan Air Minum Warga

Sedangkan penanganan dan pelayanan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) juga menjadi perhatian pihaknya. Ada program puskeswa di dua kecamatan. Masing-masing Puskesmas Blimbing dan Puskesmas Kesamben.

”Karena di Puskesmas Blimbing itu ada 30 orang, sementara Puskesmas Kesamben 113 orang,” ujar Eka.

Setiap puskeswa ada pembinaan. Baik pasien maupun keluarga datang ke puskesmas.

”Jadi kami bekerja sama dengan puskesmas, memberikan pembinaan apa saja yang harus dilakukan ke pasien,” tutur dia.

Pihaknya juga memfasilitasi pelestarioan kesenian tari topeng Jatiduwur.

Kesenian asli kecamatan setempat tak luput jadi perhatian aparatur kecamatan.

”Salah satunya kami menampilkan tari topeng Jatiduwur dalam peringatan HUT RI Agustus kemarin,” ujar Eka. Pihaknya juga peduli dengan kesenian itu. ”Paling tidak masyarakat tahu ini asli Kesamben,” kata Eka. (fid/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *