Desakita.co – Industri genting tradisional di Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, menarik perhatian tim produksi reality game show internasional Asian Express Poland 2026. Aktivitas pembuatan genting dan batu bata dari tanah liat secara tradisional dipilih menjadi salah satu materi utama pengambilan gambar program televisi asal Polandia tersebut.
Syuting program garapan rumah produksi Eccholine asal Belgia bersama mitra lokal Bali Fixer Indonesia itu digelar di Desa Gedangan, Senin (25/5).
Produser Bali Fixer Patria Andaru mengatakan, Desa Gedangan dipilih setelah tim produksi melakukan riset terhadap sejumlah daerah di Jawa dan Bali. Hasilnya, industri genting tradisional di desa tersebut dinilai memiliki nilai budaya dan keunikan tersendiri untuk dikenalkan ke tingkat internasional. ”Desa Gedangan menarik perhatian saya saat searching dan riset karena memiliki suatu hal menarik untuk dikenalkan ke tingkat internasional yaitu pembuatan genting dan batu bata dari tanah liat secara tradisional,’’ jelasnya.
Selain industri genting, tim produksi juga menilai Desa Gedangan masih memiliki suasana pedesaan yang kuat. Mulai budaya gotong royong, tradisi lokal, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari yang masih alami. Berbagai sudut desa menjadi lokasi pengambilan gambar. Mulai aktivitas pembuatan batu bata, proses produksi genting tradisional, hingga interaksi sosial masyarakat desa.
Pemerintah Desa (Pemdes) Gedangan turut mendukung penuh kegiatan tersebut. Untuk memastikan syuting berjalan aman dan lancar, Pemdes menggandeng berbagai pihak, mulai Polres Jombang, Forkopimcam Mojowarno, Dinas Kesehatan Jombang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Linmas desa.
Kepala Desa Gedangan Sukarno mengatakan, dipilihnya Desa Gedangan sebagai lokasi syuting menjadi peluang besar memperkenalkan potensi lokal desa ke masyarakat internasional. ’’Semoga kesempatan ini menjadi momentum besar bagi desa kami untuk semakin dikenal oleh masyarakat luas, selain menjadi ajang promosi desa, kegiatan ini kami harapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal,’’ pungkasnya. (dwi/naz)












