DesaKita.co – Sebanyak 105 unit rumah warga desa terpilih sebagai sasaran penerima program peningkatan kualitas permukiman tahun anggaran 2026.
Program ini terbagi atas BSRS dan BSPS.
Dengan harapan dapat menaikkan martabat dan kualitas hidup masyarakat.
Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan proyek yang sama, yakni peningkatan kualitas permukiman dan sanitasi rumah.
Fokusnya adalah memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi layak huni dengan standar kesehatan dan sanitasi yang baik.
Pendataan awal dilakukan melalui survei tim BSRS di lapangan pada Selasa (30/6).
Hasilnya kemudian diverifikasi oleh dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman, dan perhubungan (DPRKP2).
Kepala Desa Kedungmaling Edy Prabowo menyampaikan rasa syukur atas digulirkannya dua skema bantuan sekaligus di desanya.
”Ini kabar baik untuk warga kami. Ada 40 unit rumah yang dibantu lewat anggaran pemkab melalui BSRS, dan 65 rumah lagi dari Kementerian PKP lewat BSPS. Total 105 keluarga akan punya rumah yang lebih sehat, ada sanitasi, dan atap yang tidak bocor lagi,” katanya, kemarin (3/7).
Program ini dinilai berdampak langsung terhadap kesehatan dan martabat warga penerima.
Sebab, selama ini banyak rumah warga yang tidak layak huni, khususnya di Dusun Kedungmaling I.
”Dengan bantuan BSRS dan BSPS ini, kami ingin warga bisa tinggal dengan aman dan sehat. Ini bukan hanya soal bangun rumah, tapi soal menaikkan kualitas hidup keluarga di desa kami,” tambahnya.
Nantinya bantuan yang diberikan, lanjut dia, berupa material bangunan dan dana stimulan.
Sementara proses pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh warga penerima manfaat dengan pendampingan teknis.
”Komponen yang diperbaiki meliputi struktur, atap, lantai, serta peningkatan fasilitas sanitasi,” imbuh dia.
Dengan kolaborasi antara pemdes dan pemkab melalui BSRS, serta Kementerian PKP melalui BSPS, program ini diharapkan dapat menurunkan angka RTLH di Desa Kedungmaling. (oce/ris)










