Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto terkesima dengan produk-produk unggulan desa di Mojokerto. Ia menantang desa di bumi Majapahit naik kelas menjadi pengekspor sepatu, cokelat, batik, hingga kerajinan cor ke mancanegara.
YULIANTO ADI NUGROHO, Mojokerto
’’AYO bangun desa, bangun Indonesia. Desa terdepan untuk Indonesia.’’ Ungkapan itu menjadi penutup sambutan Yandri dalam ajang Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026 di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Kota Mojokerto, Selasa (7/7) malam.
Sebelum meninggalkan lokasi untuk melakukan perjalanan kunjungan desa ke Madiun dan Ponorogo, pejabat Kabinet Merah Putih itu menyempatkan diri menyambangi stan produk unggulan desa yang memenuhi area muka ballroom hotel, tempat gelaran berlangsung.
Yandri melirik sepatu yang dipamerkan kelompok perajin alas kaki Desa Medali, Kecamatan Puri.
Sambil berbincang dengan pelaku kerajinan, ia menimang-nimang salah satu produk unggulan Kabupaten Mojokerto itu.
Yandri beserta rombongan juga menghampiri tenant milik Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.
Di sini, terhampar berbagai produk dari kerajinan cor dan kuningan, camilan, kaus, tas, selendang, hingga kain batik.
Selain penasaran, Yandri tampak tersanjung dengan aneka produk yang dipamerkan para pelaku UMKM tersebut.
Selain sepatu dan kerajinan khas Majapahitan, produk unggulan yang dipamerkan dalam acara ini antara lain, kopi Trawas milik Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas; jajanan Pasar Keramat dari Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, dan berbagai produk konfeksi berkualitas buatan warga Desa Bandung, Kecamatan Gedeg.

Yandri mengungkapkan, kementerian yang dipimpinnya memiliki 49 negara tujuan ekspor. Dia ingin produk-produk lokal dari Mojokerto bisa mendunia.
’’Nah, saya tantang nih desa-desa di Mojokerto. Kalau mau jadi pengekspor, kami punya 49 negara yang akan siap menampung produk-produk desa,’’ tuturnya saat sambutan acara.
Yandri mengungkapkan, Kemendes PDT memiliki berbagai program pemberdayaan desa, salah satunya Desa Ekspor.
Baru-baru ini, ia melepas ekspor gula aren dari Desa Temon, Pacitan, ke Autralia, Belanda, Malaysia.
Yandri juga melepas pengiriman kendang jimbe dari Desa Ngoran, Blitar, ke China.
Juga melepas ekspor ikan koi emas produk Desa Kertasana, Pandeglang, ke Inggris, Prancis, Kanada, dan Afrika Selatan.
’’Nah, saya dengan di sini kan ada pabrik coklat, sepatu, mudah-mudahan dengan semua kekuatan di Kabupaten dan Kota Mojokerto ini, insya Allah desa-desa yang ada di Mojokerto juga akan menjadi desa-desa ekspor,’’ harapnya.
Yandri menyebut, upaya menduniakan produk desa dilakukan seiring dengan memenuhi kebutuhan lokal.
Apalagi saat ini masih terdapat ketimpangan. Tingkat konsumsi daging dan telur masyarakat desa jauh lebih rendah dari orang kota.
Demikian pula di tingkat konsumsi masyarakat secara nasional masih di bawah negara Asia Tenggara lainnya.
’’Ini PR kita, dan itu (sumber daging dan telur, Red) adanya di desa, maka saya mengajak ayo bangun desa, bangun Indonesia, desa terdepan untuk Indonesia,’’ tutupnya. (fen)







