Lifestyle

Bikin Bangga! Warga Desa Sambongdukuh Ini Siap Wakili Jombang di Final OSN Tingkat Nasional

×

Bikin Bangga! Warga Desa Sambongdukuh Ini Siap Wakili Jombang di Final OSN Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
MEMBANGGAKAN: Cahya Nugraha, siswa kelas XII-D IPA MAN 1 Jombang masuk final OSN tingkat nasional bersama Kepala MAN 1 Jombang, Dr Hj Saadatul Athiyah. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

DesaKita – Cahya Nugraha, siswa kelas XII-D IPA MAN 1 Jombang membuat bangga madrasah.

Dia menorehkan prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Setelah melewati seleksi tingkat kabupaten dan provinsi, Cahya berhasil menembus semifinal dan kini lolos ke babak final OSN tingkat nasional pada bidang Kebumian.

Final OSN tingkat nasional bakal dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang pada 6–12 Oktober 2025.

Cahya lahir di Jombang pada 12 September 2008.

Baca Juga: Selain Fokus Produksi Gula, PG Djombang Baru Komitmen Perhatian Lingkungan dan Warga

Dia tinggal di Dusun Sambong Santren, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang.

Si pendiam dan santun ini,  bukanlah siswa yang sejak awal dikenal berprestasi akademik.

Ia bercerita, masa SMP dia habiskan seperti siswa lain pada umumnya tanpa kegiatan olimpiade.

Baca Juga:  Guru Geografi MAN 1 Jombang Isna Kamalia: Toleransi Beredukasi

’’Kosong tidak ikut lomba sama sekali, termasuk olimpiade,’’ ungkapnya.

Rekam jejak prestasi mulai ia ukir saat duduk di bangku kelas X MAN 1 Jombang. Cahya mulai bergabung dengan tim olimpiade dan mendapat bimbingan intensif dari guru pendamping.

Dari situ, semangatnya terus tumbuh hingga mampu bersaing di level nasional.

Cahya tertarik dengan ilmu yang membahas soal alam sejak kecil. Saat SMP, yang ia suka materi hitung-hitungan. Di situ ia kehilangan ketertarikan dengan IPA.

Semangatnya kembali tumbuh ketika bertemu dengan Kebumian. Kembali pula rasa ingin tahu yang dalam terkait alam,  hingga saat ini.

’’Sejak kecil saya suka ilmu yang berhubungan dengan alam. Kebumian itu seperti kembali menghidupkan rasa ingin tahu saya terhadap alam semesta. Itu yang membuat saya terus semangat belajar,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Langkah Baru Anjik Eko Saputro di Disdagrin Jombang, Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

Baca Juga: Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek Jombang Gencar Sosialisasi Rumah Desa Sehat dan Rembuk Stunting

Setiap hari, ia konsisten belajar, mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

’’Saat panas-panasnya persiapan olimpiade begini, saya bisa sampai pukul 01.00 WIB, memperdalam modul-modul teori dan konsep yang diberikan guru,’’ ucap putra pasangan Lulus Puji Utama dan Sri Endah Yani tersebut.

Belajar bak ritual wajib yang dilakukannya setiap malam. Ada tiga buku berbahasa Inggris yang kini ia pelajari untuk memahami soal Kebumian.

Di luar jam belajar wajibnya, Cahya juga mengisi waktu luangnya dengan membaca.

Ini bukan OSN pertamanya. Pada 2024, Cahya juga mengikuti OSN bidang Kebumian. Ia lolos ke tingkat provinsi, sayangnya belum sampai menembus tingkat nasional.

Baca Juga:  Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi Gerakkan Ekonomi lewat Bank Sampah Mandiri

Mengetahui putranya gabung dalam olimpiade, orang tuanya sempat tak percaya. Bahkan khawatir hanya menyita waktu belajar.

Namun setelah Cahya berhasil menunjukkan kemampuannya, kini kedua orang tuanya menjadi pendukung utamanya dalam segala hal. Agar Cahya jadi siswa yang berpretsasi.

Dukungan tak kalah penting ditunjukkan MAN 1 Jombang secara maksimal. Tidak hanya memenuhi kebutuhan intelektual dengan bimbingan dari guru-guru profesional. Tapi juga dukungan spiritual.

’’Di madrasah selama saya ikut OSN ini tidak hanya dukungan berupa bimbingan penuh, tapi dukungan doa dari seluruh teman-teman yang dipimpin guru setiap pagi, yang membawa saya sampai babak final OSN tingkat nasional ini. Kini tinggal selangkah lagi usaha saya menuju juara,’’ tegas Cahya optimistis.  (wen/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *