DesaKita.co – Ketua Himpaudi Kecamatan Megaluh, Winda Karuniawati SPd, sangat senang menjadi guru pendidikan anak usia dini (PAUD).
Baginya, mengajarkan nilai moral kepada anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.
’’Anak belajar nilai moral seperti jujur, sopan, sabar, dan peduli melalui perilaku guru. Cara kita berbicara, bersikap, dan menyelesaikan masalah akan ditiru oleh anak,’’ kata kepala KB Tarbiyatul Aulad Desa Turi Pinggir.
Usia dini merupakan masa emas pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan anak pada usia ini akan menjadi dasar sikap mereka di masa depan.
Karena itu, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
’’Pendidikan moral sejak dini bertujuan membentuk karakter, membiasakan perilaku positif, menumbuhkan empati, serta membantu anak memahami nilai benar dan salah sebagai bekal hidup bermasyarakat di kemudian hari,’’ urainya.
Winda aktif mendorong peningkatan kualitas pendidik PAUD melalui berbagai program kerja Himpaudi Kecamatan Megaluh.
Sepanjang 2025, sejumlah program telah dilaksanakan. Di antaranya, pelatihan kepemimpinan (leadership) bagi pendidik PAUD.
Pelatihan membuat buku cerita anak. Serta program sinau bareng melalui komunitas belajar yang rutin dilaksanakan sebulan sekali.
Dalam rangka HUT Himpaudi ke-20, HIMPAUDI Kecamatan Megaluh menggelar kegiatan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengamalan nilai kemanusiaan.
Pada 2026, Himpaudi Kecamatan Megaluh telah merancang program unggulan berupa Gebyar Potensi Anak ’’Gerak dan Lagu’’.
Ini dijadwalkan berlangsung pada April. Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan potensi anak usia dini secara optimal melalui aktivitas yang menyenangkan, kreatif, dan edukatif.
’’Setiap program memiliki tujuan yang jelas,’’ terangnya.
Pelatihan kepemimpinan diarahkan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan guru. Meningkatkan kemampuan mengelola kelas dan lembaga PAUD. Serta memperkuat komunikasi dan kerja sama.
Sementara pelatihan membuat buku cerita anak bertujuan membekali guru agar mampu menulis buku cerita yang kreatif, edukatif, sesuai tahap perkembangan anak, serta memuat nilai karakter dan literasi.
’’Guru juga dikenalkan dengan pemanfaatan platform seperti Chatgpt dan Canva untuk mendukung pembuatan media pembelajaran,’’ tambahnya.
Program sinau bareng menjadi wadah belajar kolaboratif dan berkelanjutan guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran PAUD di Kecamatan Megaluh.
Dedikasi Winda Karuniawati di bidang pendidikan anak usia dini telah membuahkan prestasi.
Ia meraih Juara Harapan I Guru Pendidikan Anak Usia Dini Berprestasi Tingkat Kabupaten 2024. Serta Juara Harapan II Kepala Pendidikan Anak Usia Dini Berprestasi Tingkat Kabupaten 2025. (wen/jif)












