DesaKita.co – Rekam jejak prestasi dan pengabdian panjang di dunia pendidikan mengantarkan Dr Eko Redjo Sunariyanto SPd MPd, dipercaya menempati jabatan strategis sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
Ini menjadi bukti konsistensi, kerja keras, dan dedikasi terhadap mutu pendidikan masih menjadi tolok ukur utama dalam kepemimpinan pendidikan di Jawa Timur.
Lahir di Sidoarjo pada 16 Maret 1970, Eko mengawali pendidikan di SDN Kalipecabean 1 Candi.
Kemudian di SMPN 1 Candi, dan SMAN 1 Sidoarjo. Minatnya pada dunia pendidikan membawanya melanjutkan studi S1 di IKIP Surabaya atau yang sekarang Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Lulus pada 1994 sebagai penerima beasiswa ikatan dinas, Eko kemudian ditugaskan mengabdi di daerah.
Pengalaman awal pengabdian dijalaninya di SMAN 1 Padang Ratu, Lampung Tengah, selama lima tahun.
’’Sebelum ditugaskan di Jombang, saya pernah bertugas di Lampung 5 tahun, jadi Jombang-Sidoarjo bukan jarak yang jauh,’’ ungkap suami dari Suryaningrum Saidah tersebut.
Bagi Eko, masa tugas tersebut menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter, ketangguhan, serta pemahaman mendalam tentang keragaman kondisi pendidikan di Indonesia.
Pada 1999, ia kembali ke Jawa Timur dan bertugas di SMAN 1 Sidoarjo.
’’Alhamdulillah berkesempatan mengabdi di almamater saya dulu, SMAN 1 Sidoarjo,’’ jelasnya.
Tak berhenti pada tugas mengajar, Eko terus mengembangkan kapasitas akademiknya dengan menempuh pendidikan S2 dan S3 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Tetap di bidang Pendidikan dan Sastra.
Pemahaman tentang pentingnya pendidikan serta pengabdian juga ia tularkan kepada anak-anaknya.
Putra pertamanya, Fahmi Ihza Rinaldy, menempuh pendidikan S1 di Unair dan S2 di UI. Kini berdinas di Kejati DKI Jakarta.
Sedangkan putra keduanya, Nabiel Falaqy Muhammad, kini masih semester enam Fakultas Hukum Unair.
“Dukungan keluarga terhadap pendidikan dan karir sangat besar, kami saling mendukung satu sama lain,’’ terangnya.
Komitmennya pada peningkatan mutu pendidikan juga tercermin saat ia terpilih mengikuti program pertukaran guru Indonesia–Australia pada 2009.
Selama satu bulan, ia mengamati langsung sistem pembelajaran, kinerja guru, serta budaya belajar siswa di Australia. Berbagai praktik baik tersebut kemudian diadaptasi dan diterapkan sesuai konteks pendidikan nasional.
’’Ilmu yang saya dapat di Australia kemudian saya bawa pulang ke Indonesia untuk diterapkan di tempat saya mengajar,’’ ungkapnya.
Pada tahun yang sama, Eko mendapatkan kesempatan mengikuti short course tentang Asia Education di The University of Merbourne Australia.
’’Dalam short course ini, saya menjadi tahu karakteristik dasar pendidikan di Asia, termasuk Indonesia,’’ tambahnya.
Deretan prestasi mengiringi perjalanan karirnya. Pada 2010 dan 2011, Eko meraih juara 1 Guru Teladan dan Berprestasi tingkat Kabupaten Sidoarjo.
Karirnya makin moncer. Pada 2013 ia mendapatkan promosi jabatan sebagai kepala sekolah di SMAN 1 Waru Sidoarjo.
Kemudian pada 2017 dimutasi menjadi kepala SMAN 3 Sidoarjo. Tahun 2018, ia kembali menorehkan prestasi juara 3 Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Jawa Timur.
Sejak 2020, ia memimpin SMAN 1 Sidoarjo.
Menjelang akhir masa kepemimpinanya, tepatnya pertengahan Desember 2025, Eko mendapatkan anugerah Awards sebagai tokoh pendidikan terinspiratif Kabupaten Sidoarjo.
Hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah baru di tingkat cabang dinas di awal 2026.
Sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko membawa prinsip kerja yang selama ini ia pegang teguh, yakni fokus bekerja dan memberikan manfaat seluas-luasnya.
Baginya, jabatan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperluas dampak pengabdian.
Setiap kebijakan pimpinan, selama bernilai baik dan inovatif, harus dijalankan bersama-sama demi kemajuan pendidikan.
’’Pendidikan Jawa Timur telah berada pada jalur yang tepat dengan capaian prestasi yang terus meningkat,’’ ungkapnya.
Eko menegaskan, perubahan zaman menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. ’’Inovasi harus relevan dengan perkembangan terkini, dan para pelaku pendidikan wajib terus meningkatkan kapasitas diri,’’ tuturnya. (wen/jif)












