Lifestyle

Perjalanan Karir dr Ulfah Khannatul Izzah Warga Desa Plandi: Dari PTT Hingga Kabid di Dinkes Jombang

×

Perjalanan Karir dr Ulfah Khannatul Izzah Warga Desa Plandi: Dari PTT Hingga Kabid di Dinkes Jombang

Sebarkan artikel ini
Dokter Ulfah Khannatul Izzah, MKP

Desakita.co – Dokter Ulfah Khannatul Izzah, MKP, merupakan gambaran wanita yang mandiri.

Selain bekerja sebagai ASN, ia juga tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan membuka praktik di rumah. Menurutnya, itu menjadi aktualisasi diri melalui profesi yang ia miliki.

”Meski saya sudah jadi ASN, saya tetap buka praktik pelayanan  kesehatan, untuk melaksanakan profesi saya sebagai seorang dokter,” kata Ulfah.

Ulfah lahir di Malang pada 21 Februari 1973. Ia memulai pendidikannya di SDN Kauman 2 Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMPN 3 Malang, dan SMAN 3 Malang.

Setelahnya ia melanjutkan studi di Universitas Brawijaya pada Fakultas Kedokteran Umum, lulus tahun 1998. ”Alhamdulilah lolos jalur PMDK kala itu,” imbuhnya.

Baca Juga: Lin Mulyati SKom Sosok Perempuan Asal Desa Pandanwangi Jombang yang Getol Belajar

Ia kemudian mendapatkan tugas sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas Wonoasri Probolinggi mulai 2000-2001.

Ia kemudian mengajukan pindah sebagai PTT di Puskesmas Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mulai 2001-2002. ”Karena saat itu saya sudah menikah, suami orang Jombang, jadi mengakhiri LDR dengan pindah ke Jombang,” katanya.

Baca Juga:  Gedung IFK Selesai Dibangun, Jombang Miliki Tempat Penyimpanan Obat dan Farmasi yang Layak

Beberapa bulan di Puskesmas Blimbing, ia kemudian pindah sebagai PTT di Puskesmas Cukir. ”Saya jadi PTT hanya tiga tahun, kemudian saya bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang,” jelasnya.

Ulfah mengaku sudah nyaman di rumah sakit, hingga tak ingin mendaftar sebagai ASN.

Hanya saja, saat itu orang tuanya meminta Ulfah untuk mendaftar.

Patuh orang tua, Ulfah mendaftar dan diterima pada tahun 2006 di Puskesmas Cukir.

Sampai 2010, ia kemudian dipindahkan ke RSUD Jombang hingga 2021, dan sekarang bertugas di Dinas Kesehatan Jombang sebagai Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan.

Tinggal di Dusun Parimono Desa Plandi, sejak dulu, Ulfah disibukkan dengan pekerjaanya.

Pagi sebelum berdinas, ia lebih dulu buka praktik, setelah pulang dinas juga kembali membuka praktik.

Dua profesi itu ia jalani dengan seimbang. Ketika sebagai dokter, ia totalitas melayani masyarakat yang berobat, ketika menjadi ASN ia juga totalitas mengabdi pada negara.

Baca Juga:  Mengenal Komunitas Pecinta Kreasi dan Seni RSUD Jombang: Berawal Meriahkan Event Internal, Hingga Pernah Diundang ke Istana Wakil Presiden

Baca Juga: Sri Rahayu Wanita Karir Asal Kelurahan Kaliwungu Jombang (2): Jaga Kesehatan dengan Rutin Bersepeda

Menurutnya, hal itu tidak mudah dilakukan. Beruntungnya Ulfah, ia didukung penuh oleh keluarga, suaminya dr Agoeng Soeprijadi, SpB, dan juga ketiga anaknya.

”Keluarga mendukung penuh, suami saya juga mendorong istrinya untuk tetap berkarya, itu adalah sebuah kebesaran hati keluarga untuk mempersilahkan saya mengekepresikan kemampuan saya,” ungkap ibu tiga anak ini.

Ia buka praktik di rumahnya, tujuannya, agar bisa tetap dekat dengan anak-anak, ketika ada pasien, ia mengobati, ketika tak ada pasien, ia bisa mengisi waktunya bersama keluarga.

Menurutnya, buka praktik, dan menjalani profesi sebagai dokter merupakan bentuk aktualisasi diri.

Profesi dokter dipilihnya, karena ia ingin mengabdikan dirinya kepada masyarakat, tidak hanya berorientasi pada meteri tapi juga untuk membantu banyak orang.

Sementara profesinya sebagai abdi negara, di sana ia mendapatkan banyak pengalaman, membuka wawasan selain dunia kedokteran, lebih banyak teman, banyak relasi, dan tidak terkungkung pada aktifitas pelayanan kesehatan saja.

Baca Juga:  Sosok Zhafif Raissa Jaya Wardana, Siswa MAN 4 Jombang PP Mambaul Maarif Raih Juara 2 MTI Nasional

Dokter yang keilmuannya terus berkembang, menjadi kewajiban juga bagi Ulfah untuk upgrade diri.

Sebagai dokter, ia dituntut untuk mengumpulkan 250 SKP (Satuan kredit profesi), agar bisa memperpanjang surat izin praktik. Dengan cara pelayanan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan pengetahuan.

Baca Juga: Sri Rahayu Wanita Karir Asal Kelurahan Kaliwungu Jombang (1): Wanita Harus Mandiri, Tak Boleh Berpangku Tangan

Pengembangan pengetahuan kini difasilitasi Kementerian Kesehatan melalui kegiatan Pelataran sehat. Banyak modul yang bisa dipilih. Tidak hanya kegiatan yang dilakukan secara offline seperti seminar tatap muka, juga kegiatan yang bisa diikuti secara daring.

”Satu kegiatan bernilai 2-3 SKP, nah itu dikumpulkan dalam waktu lima tahun terkumpul 250 SKP untuk perpanjang surat izin praktik. Alhamdulillah banyak kegiatan yang bisa diikuti daring jadi lebih fleksibel,” jelasnya.

Cara lain untuk upgrade keilmuannya yaitu melalui profesinya sebagai ASN, ia yang menjadi surveyor akreditasi puskesmas belajar melalui kegiatan akreditasi. ”Selain knowledge juga untuk implementasi ilmu yang saya miliki,” jelasnya.  (wen/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *