Lifestyle

Usung Produk Ecoprint, Ini Cerita Sri Wahyuningsih Peraih Juara 1 Pemuda Pelopor 2024

×

Usung Produk Ecoprint, Ini Cerita Sri Wahyuningsih Peraih Juara 1 Pemuda Pelopor 2024

Sebarkan artikel ini
KEREN: Sri Wahyuningsih memamerkan hasil produksi kain ecoprint buatannya

Desakita.co – Keyakinan bahwa perubahan datang dan dimulai dari diri sendiri menjadi awal perjalanan Sri Wahyuningsih, 30, di bidang kepeloporan.

Fokusnya pada pemberdayaan sumber daya alam menjadi beragam produk ecoprint mengantarkannya menjadi juara 1 Pemuda Pelopor 2024 Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jombang bidang pengelolaan sumber daya alam (SDA), lingkungan dan pariwisata.

”Merupakan kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi saya dapat terpilih menjadi salah satu pemenang pemuda pelopor,” ujarnya.

Salah satu pencapaian yang paling dia banggakan adalah dapat berbagi ilmu dan keahliannya di bidang pengolahan sumber daya alam menjadi produk ecoprint dengan orang di sekitar.

Baca Juga:  Cerita Semani, Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Jombang Berhasil Tuntaskan S2 dari Beasiswa Ditjen Dikti

Pemilihan bidang ecoprint merupakan keinginannya memiliki usaha sendiri yang berdampak positif pada lingkungan.

Karena semua materi yang digunakan di ecoprint mulai dari kain, pewarna dan patternnya tidak menghasilkan limbah sintetis karena berasal dari bahan alami dan bisa terurai dengan mudah apabila dikubur ke dalam tanah. Keinginannya terwujud melalui Nirmala Ecoprint miliknya.

Baca Juga: Motivasi Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup, Pemkab Jombang Raih Penghargaan Nirwasita Tantra

”Penamaan Nirmala diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti kesempunaan. Beragam katalog produk kreatif mulai kaos, kemeja hingga totebag ecoprint dapat dilihat di medsos kami @nirmalaecoprint,” terangnya.

Baca Juga:  Cerita Andy Pratama Raih Juara 1 Diklat Manajemen Air Minum Tingkat Muda Jatim

Saat ini, Yuni berkolaborasi dengan rekannya untuk membuka galeri sederhana di café HaKa Space, Jln Patimura No 10A, Desa Sengon, Kecamatan Jombang.

Yuni sapaan akrabnya kerap menggelar acara pelatihan atau workshop bersama ibu rumah tangga di desa-desa serta murid sekolah dasar di wilayah pelosok di beberapa daerah di Jawa Timur. Melalui kegiatan tersebut mereka menciptakan produk yang berasal dari alam dan mempunyai nilai jual.

”Selama proses produksi, saya kerap menggandeng beberapa perajin dan penjahit baju lokal dalam membuat produk ecoprint,” tambahnya.

Baca Juga:  Harga Emas dan Perak Meroket, Perajin Logam Wonosalam Jombang Harus Putar Otak

Baca Juga: Lewat Cara Ini, Dosen Unhasy Bantu Petani Jamur Tiram di Desa Pulorejo Jombang

Anak pertama dari dua bersaudara tersebut menuturkan jika terpilih menjadi salah satu pemenang pemuda pelopor bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk terus bergerak maju dan berbagi pengetahuan serta pengalaman dengan sesama.

”Di balik setiap langkah yang saya tempuh, saya selalu didorong oleh semangat untuk menginspirasi orang lain agar turut berpartisipasi dalam menciptakan perubahan,” pungkas warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak. (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *