Pemerintahan

Wujudkan Visi Jombang Unggul, Disnaker Gelar Pelatihan Metodologi Instruktur Pelatihan Kerja

×

Wujudkan Visi Jombang Unggul, Disnaker Gelar Pelatihan Metodologi Instruktur Pelatihan Kerja

Sebarkan artikel ini
KOMPAK: Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Jombang foto bersama peserta Pelatihan Metodologi Instruktur Pelatihan Kerja, Kamis (15/5).

Desakita.co – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang menggelar Pelatihan Metodologi Instruktur pelatihan kerja. Kegiatan dikuti sekitar 20 perserta dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 15-27 Mei mendatang.

Melalui kegiatan in, diharapkan melahirkan SDM instruktur-instruktur pelatihan kerja yang andal. Kegiatan pelatihan merupakan implementasi program prioritas 100 hari kerja Bupati Jombang Warsubi dan Wabup Jombang Salmanudin Yazid untuk mewujudkan visi Jombang Unggul.

Pealtihan digelar di Green Red Hotel Syariah Jombang dibuka secara langusng Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Jombang Purwanto mewakili Bupati Warsubi, Kamis (15/5).

Turut hadir Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto, instruktur pelatihan kerja hingga puluhan peserta dari perwakilan LPK, pelaku IKM, dan UMKM .

Baca Juga:  Tanggul Sungai Longsor di Desa Pandanblole Jombang Belum Tertangani, Begini Penjelasan Dinas PUPR

”Pelatihan ini tidak sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah meningkatkan kapasitas lembaga pelatihan, pelaku IKM dan UMK, serta ekosistem ketenagakerjaan secara menyeluruh,” kata Purwanto.

Baca Juga: Adakan Penyuluhan Bimbingan Jabatan Bagi Siswa, Upaya Dinas Tenaga Kerja Jombang Jembatani Siswa dengan Dunia Kerja

Sebab, instruktur pelatihan kerja merupakan ujung tombak dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai. ”Maka, pembekalan metodologi ini menjadi kunci dalam memastikan setiap pelatihan yang dilaksanakan benar-benar efektif dan berorientasi pada kebutuhan riil industri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdianto menjelaskan, pelatihan kerja menjadi bagian dari program prioritas implementasi 100 hari kerja Bupati Jombang Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid. ”Sekaligus sebagai upaya mewujudkan visi Jombang unggul melalui penguatan kompetensi tenaga pelatih kerja di berbagai sektor,” kata Isawan.

Baca Juga:  Belum Aktif, Palang Pintu Rel KA Sebidang di 3 Desa di Jombang Tunggu Hal Ini

Pelatihan diikuti 20 peserta terpilih, terdiri dari instruktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), pelaku IKM, dan UMKM. ”Tujuan utama dari pelatihan untuk meningkatkan kemampuan metodologis instruktur pelatihan kerja, agar mampu menyusun dan menyampaikan materi sesuai standar kompetensi kerja nasional,” imbuh dia.

Selain itu, juga meningkatkan kualitas pelatihan berbasis kompetensi, yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI).

Baca Juga:  DKPP Jombang Salurkan Beras untuk 120.963 Penerima, Upaya Ringankan Beban Hidup Masyarakat

Baca Juga: Dukung Percepatan Investasi, Ini Tiga Inovasi Dinas Tenaga Kerja Jombang

Sebab, dalam pelatihan itu difasilitasi instruktur bersertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan menggunakan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

”Peserta akan mengikuti uji kompetensi di akhir kegiatan, dan yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Isawan.

Diharapkan, adanya pelatihan ke depan dapat mewujudkan instruktur pelatihan kerja yang profesional, tersertifikasi, dan adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.

”Serta meningkatnya kualitas pelatihan kerja di Jombang, baik yang diselenggarakan LPK, IKM, maupun UMKM,” ujar Isawan. (fid/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *