Desakita.co – Penyaluran dana desa (DD) tahap kedua di Kabupaten Jombang hingga pertengahan Agustus masih tersendat. Ratusan desa belum mencairkan dana karena masih melengkapi persyaratan administrasi yang ditetapkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto menjelaskan, berdasarkan laporan diterima pihaknya, penyaluran DD tahap pertama sudah rampung 100 persen. Namun, demikian untuk tahap kedua masih banyak desa memproses pencairan dana itu. ”Jadi, sampai 15 Agustus, 131 desa sudah mencairkan DD tahap kedua untuk jenis DD non-earmark, artinya masih ada 171 desa masih proses pencairan dengan dana senilai Rp 27,7 miliar,” kata Sholahuddin kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Sementara untuk DD earmark (Dana desa yang penggunaannya sudah ditentukan pemerintah pusat), ada 132 desa yang sudah mencairkan. Sedangkan, 170 desa lainnya masih dalam proses dengan total dana yang belum tersalurkan sebesar Rp 32 miliar. ”Problemnya beda-beda, karena untuk penyaluran tahap kedua ini harus melengkapi syarat, seperti laporan penyerapan dan capaian output pada tahap pertama. Banyak desa yang masih menyelesaikan itu,” imbuh dia.
Meski tak disebutkan mana saja desa itu, menurut Sholahuddin, desa-desa yang belum mencairkan dana desa tahap kedua tersebar hampir di seluruh kecamatan. ”Hampir merata. Di setiap kecamatan ada satu atau dua desa yang masih melengkapi berkas persyaratan,” tutur Sholahuddin.
Kendati demikian, pihaknya terus mendorong pemerintah desa agar segera melengkapi laporan penyerapan tahap pertama. Sehingga proses pencairan tahap kedua bisa segera tuntas. ”Kami sudah komunikasi dengan camat dan pendamping desa agar segera ditindaklanjuti,” ujar dia.
Tahun ini, pagu DD di Jombang mencapai Rp 312.924.256.000. Dana tersebut disalurkan dalam dua jenis, masing-masing earmark dan non-earmark (dana desa yang penggunannya fleksibel atau belum ditentukan pemerintah pusat).
DD jenis earmark penggunaannya sudah ditentukan pemerintah pusat, seperti untuk program ketahanan pangan, BLT, dan lainnya. ”Sedangkan dana non-earmark penggunaannya lebih fleksibel, menyesuaikan dengan kebutuhan prioritas di masing-masing desa,” tutur dia.
Dikatakan, untuk penyaluran DD tahap pertama sudah tuntas 100 persen. Dengan total dana yang tersalurkan sebesar Rp 178,2 miliar. Rinciannya, Rp 110,1 miliar untuk jenis DD earmark, dan Rp 68 miliar untuk DD non-earmark.
Komposisi penyaluran tahun ini dibagi menjadi dua tahap. Masing-masing untuk DD jenis earmark tahap pertama 60 persen dan 40 persen untuk tahap kedua. Sedangkan Penyaluran DD jenis non-earmark tergantung status desa. ”Desa mandiri menerima 60 persen di tahap pertama dan 40 persen di tahap kedua. Sedangkan desa non-mandiri sebaliknya, 40 persen tahap pertama dan 60 persen tahap kedua,” kata Sholahuddin. (fid/naz)











