Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Carangrejo, Kecamatan Kesamben menaruh perhatian besar terhadap program ketahahan pangan. Tahun ini, Pemdes mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk merealisasikan program Taman Pangan. Hasil panen akan dibagikan untuk warga yang membutuhkan.
Kepala Desa Carangrejo Supriaji mengatakan, ide program Taman Pangan muncul dari diskusi dengan para kepala dusun mengenai kondisi sebagian warga yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. ”Akhirnya muncul ide Taman Pangan,” terangnya.
Taman Pangan memanfaatkan tanah kas desa (TKD) di Dusun Carangpranti seluas sekitar 2.800 meter persegi. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan hasilnya akan dibagikan kepada warga. ”Untuk saat ini lahan tersebut ditanami padi dan aneka sayuran seperti bayam, kangkung, luntas, ketela, pepaya, empon-empon, dan masih banyak lainnya, terangnya.
Berdasarkan hitungan, panen gabah dari lahan tersebut diprediksi mampu mencukupi kebutuhan 300 hingga 350 warga. ”Ada sekitar 100 orang di desa kami yang tergolong miskin ekstrem, mereka adalah yang kami prioritaskan mendapatkan jatah beras dari hasil Taman Pangan,” tutur Supriaji.
Setelah panen nanti, Supriaji bertekad akan memperluas lahan Taman Pangan hingga mencapai sekitar 4.500 m². ”Dengan konsep sama, hasil berasnya dibagi 5 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) setiap empat bulan sekali,” tandasnya.
Sementara hasil sayur dapat diambil warga yang membutuhkan secara gratis. ”Ke depannya komoditas akan lebih bervariasi dan diintegrasikan dengan perikanan. Untuk pengelolaan dan perawatan dimasukkan dalam program kader TP-PKK,” terangnya.
Desa Carangrejo memiliki wilayah luas yang meliputi enam dusun. Antara lain Dusun Carangrejo, Carangpuspo, Carangpranti, Kandangan, Cangkringmalang, dan Kedungmulyo. Kondisi itu mendorong Pemdes terus melakukan inovasi agar pelayanan kepada masyarakat makin optimal. ”Seluruh program pembangunan dan kegiatan pemdes selalu kami peruntukkan untuk kepentingan masyarakat, karena itu merupakan kewajiban kami sebagai jajaran pemdes sebagai pelayan masyarakat,” pungkas Supriaji. (dwi/naz)











