Pemerintahan

Harga Beras Tak Kunjung Turun, Pj Bupati Jombang Optimistis Operasi Pasar Bisa Tekan Inflasi

×

Harga Beras Tak Kunjung Turun, Pj Bupati Jombang Optimistis Operasi Pasar Bisa Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini
operasi pasar digelar Pemkab Jombang, Jumat (15/3).

Desakita.co – Operasi pasar yang dilakukan Pemkab Jombang sejak beberapa waktu lalu, masih berjalan.

Namun hingga kemarin (15/3), belum berdampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok, khususnya beras di pasar yang masih tinggi.

Di laman Siskaperbapo Disperindag Provinsi Jawa Timur misalnya, harga kebutuhan pokok di Jombang berbeda.

Seperti di Pasar Pon Jombang, harga beras medium masih bertahan di angka Rp 13.000 sampai Rp 14.000 per kilogram (Kg). Harga beras premium lebih mahal masih tembus di angka Rp 15.000 per Kg.

Sedangkan di Pasar Cukir, beras medium ada penurunan dari Rp 13.000 menjadi Rp 12.500. Sementara untuk jenis premium masih tetap Rp 16.000 per Kg. Kondisi tak begitu jauh juga terpantau di Pasar Ploso, harga beras medium yang mencapai Rp 13.000 dan beras premium Rp 16.000 per Kg.

Baca Juga:  Sebar 13.000 Benih Ikan di Desa Bongkot Jombang, Ini Harapan Pj Bupati Jombang

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Pj Bupati Jombang Sugiat tak menampik harga beras masih tinggi.

”Ya, memang beberapa hari terakhir harga beras cukup tinggi. Ini dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya, panen mundur pengaruh anomali cuaca mulai El nino dan sebagainya,’’ ujarnya saat gelar pangan murah, kemarin (15/3).

Lantas seberapa efektif operasi pasar yang digelar? Pj mengaku belum mampu memberikan dampak penurunan harga di pasar secara langsung.

”Kalau kita bicara soal efektivitas, memang perlu evaluasi. Karena kalau berpengaruh secara langsung sehingga harga turun itu tidak mungkin. Namun demikian, paling tidak ini bisa meringankan beban masyarakat, khususnya kurang mampu,’’ jelas dia.

Baca Juga:  Tim Dokter Ortopedi RSUD Jombang Berhasil Operasi Pasien Usia 99 Tahun, Begini Kisahnya

Ia optimistis, harga beras maupun kebutuhan pokok lainnya bisa ditekan dengan upaya intervensi.

Seperti operasi maupun gelar pangan murah di Mapolres Jombang, Jumat (15/3) pagi.

Pemkab Jombang menyediakan 4 ton beras dengan harga Rp 10.200 per Kg, 50 kg telur yang dijual Rp 28.000 per Kg, 100 liter minyak goreng kemasan bantal dengan harga Rp 15.000 per liter.

Serta 50 Kg daging ayam yang dijual dengan harga Rp 26.000 – Rp 31.000 per Kg tergantung ukuran.

Ia menegaskan, harga bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar cenderung lebih murah.

Baca Juga:  Hadirkan Denny Caknan, Kampanye Akbar Khofifah-Emil di Jember Meriah

Ia optimistis harga bahan pokok di pasar, khususnya beras akan turun.

”Saya yakin dengan langkah intervensi seperti ini, dengan syarat terus menerus secara kontinyu, baik operasi pasar, pangan murah, pasti akan berpengaruh terhadap harga. Dengan harapan harga khususnya beras semakin terjangkau di masyarakat,’’ paparnya.

Berdasar rapat evaluasi perkembangan inflasi bersama Kemendagri, Pj menyebut score inflasi untuk Jombang menurun.

Dari data BPS, indeks perkembangan harga (IPH) sebelum Ramadan di Jombang mencapai 6,679 persen. Saat ini menurun jadi 0,126 persen. ”Kita optimistis inflasi bisa kita tekan dengan optimal,’’ pungkas Sugiat. (ang/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *