Pemerintahan

Kolaborasi Lintas Elemen, Pemdes Desa Gedangan Mojowarno Jombang Gelar Takbir Keliling Desa

×

Kolaborasi Lintas Elemen, Pemdes Desa Gedangan Mojowarno Jombang Gelar Takbir Keliling Desa

Sebarkan artikel ini
SEMARAK: Kepala Desa Gedangan Sukarno didampingi Ketua Ranting NU Desa Gedangan kiai Nurwasito dan Takmir Masjid Najatud Daroini KH Sahlul Basar memotong pita saat takbir keliling.

Desakita.co – Semarak Hari Raya Idul Adha 1445 H diramaikan dengan takbir keliling yang diikuti semua jemaah musala dan masjid, Minggu (16/6).

Hasil kolaborasi Pemerintah Desa (Pemdes) Gedangan, Kecamatan Mojowarno dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Gedangan.

“Tujuan utama selain menyemarakkan Hari Raya Idul Adha, juga mempererat tali persaudaraan antarwarga,” kata Sukarno Kepala Desa Gedangan.

Baca Juga:  Serahkan Hasil FGD Jombang Investment Forum 2024, Wujud Nyata PWI Jombang Dukung Percepatan Investasi

Kegiatan yang digelar rutin ini wujud kolaborasi Pemdes Gedangan dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam, khususnya dari kalangan pemuda.

Baca Juga: Wujudkan Sinergitas Multipihak, Pemdes Tugusumberjo Jombang Turut Serta Aksi Resik Kali, Ini Tujuannya

Baca Juga:  Kabar Gembira! 296 Kades di Jombang Bakal Dikukuhkan Ulang, Dapat Tambahan Masa Jabatan 2 Tahun

Total ada 29 musala dan 4 masjid di Desa Gedangan yang berlomba meramaikan gelaran takbir keliling. Peserta takbir keliling berjejer rapi selepas salat Isya di Masjid Najatud Daroini.

Dengan rute mengelilingi desa sejauh kurang lebih 3,5 Km melintasi Dusun Mojogeneng dan kembali di lokasi awal.

“Tiga penampilan terbaik mendapat hadiah tambahan dari panitia,” tambahnya.

Baca Juga:  Waduh! Dana Desa Tahap II Disetop, Ratusan Kades di Jombang Bingung Bikin Program Mandek

Ia menyebut, takbir keliling menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Sekaligus membangkitkan dan meningkatkan ekonomi kerakyatan.

“Takbir keliling tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan. Termasuk menghargai budaya lokal,” pungkas Sukarno. (dwi/bin/ang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *