Pemerintahan

Simak Jadwalnya! Disdagrin Jombang Keliling Gelar Pasar Murah Sepanjang Agustus

×

Simak Jadwalnya! Disdagrin Jombang Keliling Gelar Pasar Murah Sepanjang Agustus

Sebarkan artikel ini
SIGAP: Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Drs Suwignyo MM mendampingi Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo saat memantau pasar murah beberapa waktu lalu.

Desakita.co – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang komitmen menekan inflasi daerah. Salah satunya gencar mengadakan pasar murah di sejumlah titik secara berkala mulai hari ini (21/8).

Pemkab Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang terus berupaya menekan laju inflasi di Jombang. Di antaranya, melalui kegiatan Operasi Pasar dan Pasar Murah.

Kepala Disdagrin Jombang Drs Suwignyo MM menyampaikan, dua kegiatan itu dilakukan secara berkala dan terjadwal sepanjang Agustus mulai hari ini (21/8).

Pada Agustus 2024 ini, total ada enam kegiatan Operasi Pasar yang akan dilakukan. Masing masing pada 21 Agustus di Pasar Blimbing.

Baca Juga: Upaya Tekan Lonjakan Harga Bahan Pokok Selama Ramadan, Disdagrin Jombang Gelar Pasar Murah di 21 Kecamatan

22 Agustus di Pasar Bareng, 24 Agutus di Pasar Pon Jombang, 27 Agustus di Pasar Cukir, 28 Agustus di Pasar Peterongan, dan 29 Agustus di Pasar Sumobito.

Baca Juga:  Libatkan Siswa dan Guru SLB, Pemkab Jombang Gelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional

”Insya Allah  sesuai arahan dari pak Pj Bupati Jombang kita berkomitmen menekan laju inflasi daerah. Salah satunya, dengan Operasi Pasar yang kita gelar di enam titik pada bulan Agustus ini,” ujar dia.

Selain kegiatan operasi pasar, pihaknya juga mengadakan kegiatan Pasar Murah. Tak berbeda jauh dengan Operasi Pasar, dalam kegiatan ini Pemkab Jombang juga akan menyediakan beberapa komoditas pokok yang dijual dengan harga terjangkau.

”Total ada 12 lokasi yang akan kita sasar dalam Pasar Murah selama Agustus ini,” tambahnya.

Dengan rincian, pada 20 Agustus di Kecamatan Diwek, 21 Agustus di Kecamatan Mojoagung, 22 Agustus di Kecamatan Megaluh.

23 Agustus di Kecamatan Perak, 24 Agustus di Kecamatan Peterongan, 26 Agustus di Kecamatan Mojowarno, 26 Agustus di Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Baca Juga:  Sempat Bersih Setelah Didatangi Tim Gabungan, Kini PKL di Jl KH Hasyim Asyari Jombang Kembali Penuhi Bahu Jalan dan Trotoar

Baca Juga: Upaya Tigkatkan Perekonomian Masyarakat, BRI BO Jombang Gandeng Pemdes Tambakrejo Semarakkan Pasar Ramadan

27 Agustus di Kecamatan Jogoroto, 28 Agustus di Kecamatan Kudu, 29 Agustus di Kecamatan Gudo, 30 Agustus di Kecamatan Jombang, dan pada 31 Agustus di Kecamatan Ngoro.

”Kegiatan Pasar Murah ini kita gelar untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Pihaknya mengatakan, selain untuk menekan laju inlfasi di Jombang, kegiatan Operasi Pasar dan Pasar Murah juga diadakan sebagai upaya menjaga stabilisasi harga pangan.

”Kegiatan ini merupakan intervensi kami untuk menjaga stabilitas harga pangan di Jombang,” pungkasnya.

Terpisah, Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo  mengatakan, ada langkah jangka pendek dan panjang yang dilakukan untuk menjaga inflasi di Kabupaten Jombang.

”Jangka pendek, kita akan mengawal harga-harga komoditas di semua pasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat menjaga stabilitas harga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Upaya Perkuat Ekonomi Desa, BUMDes Maju Jaya Siser Launching Toko Pupuk dan Obat Pertanian

Baca Juga: Harga Beras Tak Kunjung Turun, Pj Bupati Jombang Optimistis Operasi Pasar Bisa Tekan Inflasi

Sedangkan, kebijakan jangka panjang, pihaknya akan mengawal Jombang secara keseluruhan. Nantinya akan ada proteksi-proteksi agar Jombang dapat terpenuhi semua kebutuhan.

”Proteksi yang kita maksud yaitu untuk melindungi potensi-potensi yang sudah kita miliki, seperti beras kita sudah memiliki sawah sendiri.

Hal tersebut harus terus kita kawal sehingga dalam jangka panjang sudah terproteksi dan terpenuhi oleh semua komoditas,” tandasnya.

Teguh menambahkan, untuk menekan laju inflasi daerah diperlukan kerja sama lintas OPD. ”Ya, harus kolaborasi semuanya. Mulai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)

bagian perekonomian, dinas pertanian, dinas ketahanan pangan. Perumda Aneka Usaha Seger, BPS, dan lain-lain harus terus melakukan upaya-upaya dalam menyetabilkan harga barang pokok penting yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (naz/ang)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *