Desakita.co – Komisi D DPRD Jombang mewanti-wanti agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang melakukan perencanaan terahadap realisasi kain seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD/MI dan SMP/MTs 2024.
Itu dilakukan agar tidak muncul persoalan dan keterlambatan
Tahun 2024, program kain seragam gratis dianggarkan Rp 5 miliar.
’’Yang seringkali menjadi masalah itu keterlambatan pembagian,’’ kata Erna Kuswati, ketua Komisi D DPRD Jombang, kemarin.
Ia menyebut, perencanaan bisa dilakukan lebih awal, begitu juga dengan jumlah kain yang dibagikan.
Diharapkan, agar tidak sampai terjadi kekurangan.
’’Bisa dimulai lebih awal untuk perencanaan. Sedangkan untuk jumlah, bisa menggunakan hasil PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun sebelumnya,’’ jelasnya.
Dengan perencanaan lebih awal, pembagian kain seragam tidak terlambat seperti yang terjadi sebelumnya.
’’Harus benar-benar dikonsep dengan baik. Eksekusinya juga harus lebih baik,’’ ungkapnya.
Terlebih dinas sudah mempunyai pengalaman lima tahun untuk program tersebut.
’’Harusnya tahun ini sudah tidak ada masalah lagi. Siswa baru masuk menggunakan seragam baru. Jadi manfaat program langsung bisa dirasakan,’’ harapnya.
Apalagi, anggaran yang digelontorkan tidak sedikit, mencapai Rp 5 miliar.
Tahun lalu, siswa menerima dua jenis kain seragam. Seragam nasional dan seragam pramuka.
Sedangkan tahun pelajaran 2024/2025, siswa baru hanya mendapatkan seragam nasional. Merah putih untuk SD, hijau putih untuk MI dan biru dongker putih untuk SMP dan MTs.
’’Kami berharap program ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Serta meringankan beban masyarakat dalam pengeluaran pembelian seragam,’’ tandasnya. (wen/jif/ang)












