KulinerPotensi

Permintaan Tinggi! Petani Buah Naga di Desa Keras Jombang Kwalahan Layani Pesanan

×

Permintaan Tinggi! Petani Buah Naga di Desa Keras Jombang Kwalahan Layani Pesanan

Sebarkan artikel ini
DIPETIK: Asnawai, 54 pembudi daya buah naga merah di Desa Keras, Kecamatan Diwek memanen buah naga di kebunnya.

Desakita.co – Hasil panen tanaman buah naga di pekarangan milik Asnawi, 54, Dusun/Desa Keras, Kecamatan Diwek cukup melimpah.

Ia pun mendapat berkah dari penjualan hasil panen buah naga.

Apalagi, selama momentum Natal dan tahun baru harga buah naga naik seiring tingginya permintaan.

”Alhamdulillah ini sudah musim hujan, panen lumayan melimpah,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Selama momentum nataru, ia meraup banyak pemasukan dari penjualan buah naga.

Baca Juga:  Inovatif! Desa Mangunan, Kabuh Jombang Siapkan Lahan Kosong Jadi Tempat Pariwisata

Pasalnya, selain permintaan buah tinggi, harga jualnya juga naik dari sebelumnya Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kg.

”Permintaan di pasar juga naik, tapi karena keterbatasan stok, kita hanya bisa mengirim ke pasar yang ada di sekitar sini saja,” papar dia.

Baca Juga:  Ada Rasa Manis Hingga Pedas, Produksi Rengginang Khas Desa Plosokerep Jombang Ini Tetap Eksis Sejak Tahun 1981

Dalam sebulan, hasil panen buah naga yang didapat Asnawi tidak menentu.

Sebab, dari 350 pohon miliknya, tak semuanya berbunga.

”Kalau per bulan kami tidak pernah menghitung karena hasil tidak menentu. Namun, jika ditaksir satu tahun pendapatan kotor kisaran Rp 50 juta,” bebernya.

Baca Juga:  Bagikan Sertifikat PTSL di Desa Cukir, Pj Bupati Jombang Pesan Warga Bisa Gunakan Modal Usaha

Salah satu tantangan pembudi daya buah naga selama musim hujan, yakni tanaman rentan terserang jamur.

Untuk itu, perawatan harus lebih ekstra. ”Penyemprotan harus rutin agar tanaman tidak terserang jamur,” jelas dia. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *