Potensi

Rumah Klasik di Desa Ini Pernah Jadi Saksi Bisu Nyantri Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Begini Potretnya Sekarang

×

Rumah Klasik di Desa Ini Pernah Jadi Saksi Bisu Nyantri Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Begini Potretnya Sekarang

Sebarkan artikel ini
TETAP TERAWAT: Kades Dukuhmojo Nur Aini Ruba’i menunjukkan Sebuah rumah tempat Sri Sultan Hamengkubuwana IX belajar agama di Dusun Wonoayu, kemarin (9/8).

Desakita.co – Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung memiliki sisi historis yang luar biasa.

Salah satunya keberadaan Pondok Pesantren Tanfidzul Quran Nur Muhammad yang terletak di Dusun Wonoayu.

Dipercaya sebagai tempat nyantrinya Sri Sultan Hamengku Buwono IX atau Gusti Raden Mas Dorodjatun.

Pemimpin Kasultanan Yogyakarta periode 1940-1988 yang juga pahlawan nasional pernah menimba ilmu agama di bumi Wonoayu.

Kades Dukuhmojo Nur Aini Ruba’i  mengatakan, Desa Dukuhmojo memiliki kental akan sisi historis tokoh besar.

Baca Juga: Desa Ini Dipercaya Miliki Kaitan dengan Pakaian Jombang Deles Khas Jombang, Pemdes Lakukan Penelusuran Sejarah

Baca Juga:  Lestarikan Budaya Lokal, Desa Tanggalrejo Kecamatan Mojoagung Jombang Adakan Pelatihan Menari Gratis

Salah satunya, keberadaan bangunan rumah klasik yang dulunya merupakan pondok tempat Sri Sultan Hamengku Buwono IX menimba ilmu agama kepada KH Imam Achmad.

”Informasi yang diturunkan turun-temurun oleh orang tua kami bahwa di rumah ini, dulunya Sri Sultan Hamengku Buwono IX pernah belajar agama di sini,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Secara pasti, ia tak mengetahui tahun berapa Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pertama itu belajar di pondok. Hanya saja, dari informasi yang tertera di bedug masjid, jika masjid didirikan sekitar tahun 1800-an.

Baca Juga:  Menapak Jejak Berdirinya Masjid Roudlotul Ulum di Desa Dukuhmojo Jombang: Dulunya Musala Panggung, Diyakini Berdiri 1895

”Saya kurang tahu pastinya karena sampai sekarang belum ada bukti otentik yang menyebut tahun berapa Sri Sultan Hamengku Buwono IX mondok,” tambahnya.

Namun demikian, pihaknya sebagai pemerintah desa terus berupaya menjaga kelestarian peninggalan bangunan bersejarah tersebut.

Baca Juga: Menapak Jejak Berdirinya Masjid Roudlotul Ulum di Desa Dukuhmojo Jombang: Dulunya Musala Panggung, Diyakini Berdiri 1895

Salah satunya, dengan mendukung perawatan dan upaya pengenalan nilai sejarah ke masyarakat umum.

”Dulu pernah akan direnovasi, namun kami berharap agar tetap menjaga bangunan asli.

Baca Juga:  Sering Kebanjiran, TK Negeri Pembina Mojoagung di Desa Kedunglumpang Jombang Bakal Direhab Tahun Ini, Segini Anggarannya

Akhirnya yang direnovasi hanya lantai dasar,” papar dia.

Hingga sekarang, rumah yang mayoritas berbahan kayu tersebut tetap kokoh dan terawat. ”Sekarang tetap kokoh dan terawat,” tegasnya.

Sementara itu, Dian Sukarno penelusur sejarah Jombang membenarkan, jika rumah klasik yang berada di lingkup Pondok Pesantren Tanfidzul Quran Nur Muhammad dulunya pernah ditempati Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

“Ya, memang benar, itu zaman sewaktu masa kecil saya. Dulu namanya adalah Pondok Wonoayu,” ujar dia (ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *