DesaKita.co – Belasan rumah warga di Dusun/Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Jombang terancam ambruk.
Itu setelah kondisi tanggul Sungai Slumbung rusak tergerus air. Warga berharap ada perhatian dari pemerintah memperbaiki tanggul.
Kepala Desa Penggaron, Riko Ret Hendrik mengatakan, kerusakan tanggul sudah berlangsung sejak lama dan kian mengancam rumah warga.
”Ada sekitar 10–15 rumah yang terancam ambruk karena tanggulnya habis tergerus air sungai,” ungkapnya.
Menurut Riko, tanda-tanda kerusakan sebenarnya telah muncul sejak lama. Setiap kali banjir terjadi, tanggul semakin terkikis.
”Sudah berlangsung bertahun-tahun, dan setiap banjir kondisinya makin mengkhawatirkan,” ujarnya.
Pemerintah desa sejauh ini hanya mampu memberikan penanganan sementara berupa karung pasir untuk memperlambat erosi. Meski proposal perbaikan sudah diajukan ke instansi terkait, respons yang diharapkan belum juga turun.
”Usulan sudah kami kirimkan, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas membenarkan adanya sejumlah rumah yang rusak itu. Pihaknya, juga sudah beberapa kali turun ke lapangan melakukan asesmen.
“Dari hasil kajian kami memang ada sejumlah rumah yang kondisinya terancam di sana, setidaknya ada 4-5 rumah, ada yang tanggulnya menggantung, ada yang temboknya sudah mulai retak juga,” ucapnya melalui Stevy Maria, Supervisor Pusdalops BPBD Jombang.
Pepi, sapaan akrabnya menjelaskan, kondisi sejumlah rumah warga memang semakin terancam ambles. Terlebih, longsoran tanggul sungai juga semakin lebar dan semakin parah.
“Yang terakhir karena banjir kemarin itu, kondisinya makin parah, retakan pada tembok rumah juga semakin banyak,” imbuhnya.
Sebagai upaya, pihaknya menyebut sudah tiga kali melakukan asesmen di lokasi tersebut. Hasilnya, pihaknya juga sudah bersurat kepada sejumlah instansi terkait untuk meminta penanganan segera.
“Karena sungai tersebut wewenang dari BBWS, kita sudah bersurat juga agar penanganan bisa dilakukan segera, karena posisinya semakin mengancam rumah warga,” pungkasnya. (riz/naz)












