Wisata

Desa Menturus Jombang Pertahankan Tradisi Barikan, Simbol Syukur dan Gotong Royong

×

Desa Menturus Jombang Pertahankan Tradisi Barikan, Simbol Syukur dan Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
KHUSYUK: Kegiatan doa bersama warga Dusun Menturus yang turut dihadiri Kepala Desa Menturus Nyamiati, Jumat (13/2) pagi. (Dwi Aris/Radar Jombang)

DesaKita.co –  Warga Dusun/Desa Menturus, Kecamatan Kudu, Jombang hingga kini masih menjaga tradisi Barikan.

Warga kompak membawa aneka makanan dan menggelar doa bersama sebagai wujud rasa syukur dan mengharap keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan Barikan dipusatkan di area makam Dusun Menturus sekaligus menyambut bulan Ramadan.

”Kegiatan selalu dilaksanakan di hari Jumat Legi sesuai penanggalan Jawa,” terang Kepala Desa Menturus Nyamiati, Jumat (13/2).

Baca Juga:  Honor Juru Parkir Dishub Jombang Minim, Tapi Parkir Liar Dibiarkan Menjamur

Selain mendoakan para leluhur, tradisi ini juga menjadi ajang memperkuat rasa persaudaraan dankerukunan  antar-warga.

”Warga yang hadir selalu membawa jajan pasar dan makanan sederhana serta hasil bumi mereka untuk saling ditukar selepas kegiatan,” tuturnya..

Menurut Nyamiati, dikisahkan bahwa terbentuknya Desa Menturus ini konon diawali dengan kedatangan Kiai Basari dari kerajaan Mataram dengan tujuan menyebarkan agama Islam.

Baca Juga:  Dana PDRD Seret Cair, Sejumlah Desa di Kabupaten Jombang Kelimpungan Cari Talangan

”Perjuangan Beliau lantas diteruskan oleh sepasang suami istri yang dikenal dengan Mbah Nggolo Kakung dan Mbah Nggolo Putri yang makamnya juga terdapat di Makam Dusun Menturus. Kedua tokoh tersebut dikenal atas kesaktiannya dan juga berhasil mengawali pemerintahan di Desa Menturus,” tuturnya.

Baca Juga:  Jaring Bibit Unggul, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno Jombang Gelar Turnamen Bola Voli

Doa bersama sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas karunia yang telah diberikan kepada seluruh warga masyarakat sekitar.

”Tradisi ini bukan hanya merupakan bentuk pelestarian budaya, melainkan simbol rasa syukur, semangat gotong royong, dan kebersamaan guyub rukun antarwaga sekaligus kesiapan spiritual masyarakat menyambut bulan suci Ramadan,” tandasnya. (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *