Desakita.co – Warga Dusun Lengkong, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, kembali menggelar sedekah dusun sebagai tradisi tahunan yang sarat makna. Kegiatan berlangsung Selasa (2/6) itu menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diterima.
Sejak pagi, warga mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan khotmil Alquran. Selanjutnya, warga menggelar pawai dengan mengarak tumpeng menuju Pendopo Dusun Lengkong.
Kepala Dusun Lengkong Ahmad Karyoto mengatakan, setiap warga membawa tumpeng dari rumah masing-masing untuk kemudian dikumpulkan di pendopo dusun. ”Setiap warga membawa tumpeng, lalu diarak menuju Pendopo Dusun Lengkong. Setelah itu dilanjutkan dengan doa bersama,” katanya.
Setelah seluruh tumpeng terkumpul, warga mengikuti doa bersama hingga sekitar pukul 12.00. Tumpeng kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat seperti tradisi kenduri yang sudah lama menjadi bagian dari sedekah dusun.
Kegiatan itu merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dan sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat. Sedekah dusun juga menjadi sarana menjaga kebersamaan warga sekaligus melestarikan budaya lokal. ”Ini agenda tahunan karena sudah menjadi tradisi di dusun. Setiap dusun biasanya memiliki sedekah dusun masing-masing, kemudian nanti ditutup dengan sedekah desa,” imbuhnya.
Usai kegiatan inti, warga menikmati hiburan campursari yang berlangsung hingga sore hari. Rangkaian sedekah dusun kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit pada malam harinya.
Seluruh kegiatan itu terlaksana berkat swadaya masyarakat Dusun Lengkong. Warga bergotong royong menyukseskan tradisi yang setiap tahun selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Sementara itu, Kades Jatigedong Siti Junaidah mengatakan, sedekah dusun bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta penghormatan kepada para leluhur.
”Intinya berbagi rasa dan berbagi rezeki sebagai bentuk syukur kepada Yang Maha Kuasa. Selain itu juga mendoakan para leluhur, terutama leluhur yang babat alas Dusun Lengkong, sekaligus nguri-uri budaya dan tradisi,” katanya.
Rangkaian tradisi masyarakat Desa Jatigedong masih akan berlanjut dengan kegiatan sedekah hasil bumi yang direncanakan menjadi puncak perayaan pada November nanti. (fid/naz)












