JOMBANG – Tradisi sedekah bumi masih terjaga kuat di Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo. Salah satu yang paling meriah adalah sedekah bumi Dusun Klepek yang dipusatkan di Pesarean Mbah H. Ali. Warga berbondong-bondong membawa gunungan hasil bumi, tumpeng, hingga jajanan tradisional sebagai wujud syukur atas hasil panen sekaligus memohon keberkahan.
Prosesi diawali dengan arak-arakan gunungan keliling kampung menuju pesarean leluhur. Setelah didoakan sesepuh desa, gunungan kemudian diperebutkan masyarakat. Suasana berlangsung meriah sekaligus khidmat karena seluruh rangkaian dilakukan dengan semangat gotong royong.
Kepala Desa Sukoiber Isnadi mengatakan, sedekah bumi merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga masyarakat di tiga dusun, yakni Iber-iber, Klepek, dan Sukowati. ”Sedekah bumi bukan sekadar tradisi, tetapi wujud rasa syukur atas hasil panen yang diterima masyarakat sekaligus memohon keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya, Selasa (30/6).
Menurut dia, Pemerintah Desa Sukoiber selalu mendukung penyelenggaraan sedekah bumi agar berjalan aman dan lancar. Kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga. Seluruh rangkaian kegiatan disiapkan secara swadaya. Masing-masing dusun bergiliran menggelar khotmil Alqur’an dan sedekah bumi sebagai bagian dari tradisi tahunan.
Sedekah bumi Dusun Klepek memiliki keunikan tersendiri. Selain berebut gunungan dan tumpeng, warga juga memperebutkan bunga sekaran dari makam Mbah H. Ali yang dipercaya membawa keberkahan. Mbah Ali sendiri dikenal sebagai tokoh yang berjasa dalam sejarah babat alas Desa Sukoiber.
Isnadi berharap tradisi sedekah bumi terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Selain menjadi sarana melestarikan budaya, kegiatan tersebut juga memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian antarsesama. ”Kami berharap sedekah bumi membawa keberkahan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya bersyukur dan berbagi,” pungkasnya. (dwi/naz)











