Asal-Usul

Ada Pengajian Setiap Malam 15 Suro, Cara Desa Sukoiber Gudo Jombang Jaga Tradisi Nenek Moyang

×

Ada Pengajian Setiap Malam 15 Suro, Cara Desa Sukoiber Gudo Jombang Jaga Tradisi Nenek Moyang

Sebarkan artikel ini
Isnadi Kepala Desa Sukoiber

Desakita.co – Desa Sukoiber Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang masih menunjung tinggi tradisi peninggalan leluhur.

Salah satunya, mengadakan pengajian setiap malam 15 suro.

“Menurut salah satu sesepuh atau leluhur yang babat alas Desa Sukoiber, dia bercerita jika di Dusun Klepek ada makam Mbah Kaji Ali,” ujar Isnadi Kepala Desa Sukoiber.

Baca Juga:  Asal-usul Berdirinya Lapas Jombang di Kelurahan Kaliwungu: Dibangun Sejak 1881, Muat 130 Narapidana

Setiap tanggal 15 Suro, makam Mbah Kaji Ali selalu ramai event.

 

Baca Juga: Berencana Adakan Lomba Gantangan Burung, Cara Pemdes Sukoiber Gudo Jombang Tingkatkan Perekonomian Desa

 

Malam 15 suro itu diperingati dengan pengajian, kemudian paginya dilanjutkan dengan sedekah desa atau tasyakuran dan hiburan.

Baca Juga:  Dievaluasi Kemendagri, Pj Bupati Jombang Dapat Catatan Khusus Selama Menjabat

”Kalau dulu ya hanya tandaan dan tasyakuran saja, sekarang ada pengajian juga,” ungkapnya.

Dijelaskan, ada empat dusun di Desa Sukoiber. Yaitu Dusun Iber-iber, Dusun Sukowati, Dusun Klepek Selatan dan Klepek Utara yang dipisahkan Jl Raya Gudo-Blimbing.

Dia menyebut, si setiap dusun ada makam leluhur. Hanya saja, Mbah Kaji Ali dianggap paling berjasa dalam babat alas Desa Sukoiber.

Baca Juga:  Desa Gemekan, Kecamatan Sooko Ramaikan Madasa Selama Ramadan

Sehingga kegiatan berpusat di makam tersebut.

”Kalau sejarah desa sendiri tidak ada, yang saya tahu, konon arti Sukoiber itu dari kata suko (suka), iber (miber). Entah bagaimana memaknai,” pungkasnya. (wen/bin/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *