DesaKita.co – Pemerintah Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adipati, desa ini berhasil mengembangkan sektor pertanian berbasis hortikultura hingga budi daya perikanan.
Salah satu unit usaha unggulan dari BUMDes Adipati adalah budi daya tanaman melon.
Selain menghasilkan buah premium, hasil panen juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli desa (PADes).
”Tujuan intinya untuk menunjang program ketahanan pangan. Tapi, alhamdulillah juga bisa menambah PADes,” ungkap Direktur BUMDes Adipati Kanzul Irfan.
Dia menjelaskan, budi daya buah melon jenis inthanon ini dikembangan di atas lahan seluas kurang lebih 15 x 20 meter.
Dengan menerapkan sistem pertanian greenhouse, tanaman melon sudah mampu dua kali panen hingga pertengahan tahun ini.
’’Untuk lahannya, kami memanfaatkan di tanah kas desa (TKD),” tuturnya.
Tak hanya itu, BUMDes Adipati juga mengembangkan tanaman hortikultura lainnya.
Antara lain, dengan membudidayakan cabai dan tomat. Bahkan, di area tersebut juga dijadikan untuk budi daya perikanan melalui sistem bioflok.
”Untuk saat ini ikan lele. Ke depan kami akan terus mengembangkan berbagai potensi usaha lainnya,” imbuh Irfan.
Atas keberhasilan unit usaha yang dikelola BUMDes Adipati, Desa Japan ini menjadi salah satu titik yang ditinjau langsung Staf Khusus (Stafsus) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes dan PDT) M. Afif Zamroni.
Dalam kunjungan kerja di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/7) lalu, sosok yang akrab disapa Gus Afif ini mengapresiasi pengembangan inovasi yang dikelola BUMDes.
”Selain mendukung ketahanan pangan, usaha seperti ini juga memiliki potensi menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Gus Afif mengaku terkesima setelah mencicipi buah melon yang dipetik langsung dari pohon.
Menurutnya, kualitas buah yang dihasilkan dari Desa Japan memiliki aroma harum dan rasa manis yang khas.
Tak sekadar berkunjung, Gus Afif menegaskan, bahwa peninjauan juga dilakukan dalam rangka menggali potensi-potensi yang dimiliki desa.
Dengan harapan agar dapat dikembangkan lagi ke depan.
”Terutama mengenai perkembangan BUMDes dan berbagai potensi lainnya, nanti semua informasi ini akan kami tindaklanjuti untuk mendorong pengembangan desa-desa sesuai potensi masing-masing,” harapnya. (ram/ris)












