PemerintahanPotensiRegulasiWisata

Mendes PDT Yandri Susanto: Radar Mojokerto Award 2026 Wujud Implementasi Asta Cita Presiden!

×

Mendes PDT Yandri Susanto: Radar Mojokerto Award 2026 Wujud Implementasi Asta Cita Presiden!

Sebarkan artikel ini
Mendes PDT Yandri Susanto

DesaKita.co – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menilai anugerah Radar Mojokerto Award 2026 bagi desa-desa inovatif dan inspiratif menjadi bagian dari upaya konkret dalam mendukung implementasi Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto.

”Yaitu membangun desa dari bawah. Utamanya dalam hal penguatan ekonomi sekaligus pengentasan kemiskinan,” ujar Yandri.

Dalam mewujudkan program srategis nasional ini, lanjutnya, memang dibutuhkan kolaborasi kuat dengan melibatkan semua pihak atau Octahelix.

Di dalamnya terdapat unsur akademisi, pelaku industri, komunitas atau masyarakat, pemerintah (pusat, daerah, dan desa), peran media, lingkungan, karakter atau kebudayaan, dan dukungan informasi atau teknologi komunikasi (TI).

”Peran media massa termasuk di dalamnya. Sehingga kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) sebagai salah satu media yang memberikan ruang khusus bagi desa-desa di Mojokerto,” jelasnya.

Yandri menuturkan, Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto tersebut juga diterjemahkan dalam 12 Aksi Bangun Desa oleh Kemendes PDT.

Di antara programnya adalah terkait revitalisasi BUMDes dan koperasi desa (kopdes), swasembada pangan, energi terbarukan, air bersih, desa ekspor, desa wisata, digitalisasi desa, percepatan penurunan stunting, pendidikan dan pelatihan vocasi, infrastruktur desa, pelestarian lingkungan, serta integrasi program dan pemuda pelopor.

Baca Juga:  Hewan Ternak Warga Desa Gedongombo Jombang Mati Mendadak, Ini Langkah Dinas Peternakan

”Artinya, dukungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sudah ada ini cukup relevan dalam membangun desa dari bawah,” terang Wakil Ketua Umum Partai Amanah Nasional (PAN) ini.

Ia menegaskan, kemajuan suatu bangsa, salah satunya memang dipengaruhi oleh keseimbangan pengembangan yang konkret di setiap wilayah, dan hal itu dimulai dari desa.

”Dengan mengedepankan pembangunan dari desa dan dari bawah, kita menghargai peran esensial komunitas desa sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Di samping itu, membangun dari desa tidak hanya dalam bentuk infrastruktur fisik semata, tetapi juga dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan komunitas lokal.

Seperti program pendidikan, pengembangan keterampilan, dan aksesibilitas ke berbagai sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa.

”Melalui strategi yang berfokus pada pendekatan dari desa dan dari bawah, kita berupaya agar seluruh masyarakat mendapatkan dampak positif dari pembangunan menyeluruh, penurunan disparitas ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan,” tandasnya.

Baca Juga:  Jalan Cor Penghubung Desa Tanjungwadung - Marmoyo Jombang Rusak Menahun

Dengan demikian, hal ini akan mencerminkan dedikasi bangsa dalam memastikan sebuah masa depan yang lebih baik dan setara bagi setiap anggota masyarakat. ”Maka, semuanya prioritas, termasuk kopdes,” paparnya.

Kemendes PDT juga akan terus mengawal program KDKMP yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) di semua desa.

Dengan harapan, program KDKMP berjalan efektif dan optimal, serta memberikan dampak terhadap masyarakat.

”Kalau KDKMP berjalan, pemerataan ekonomi otomatis akan berjalan, dan Asta Cita keenam, alatnya itu adalah KDKMP,” tandasnya.

Yandri menambahkan, dalam mekanisme dan ketentuan yang sudah ditetapkan, setidaknya pendapatan dari kopdes yang dikelola oleh masyarakat tersebut akan mengalir untuk memberikan kemanfaatan bagi desa.

Melalui skema pembagian 80 persen untuk rakyat, dan 20 persen pendapatan sebagai aset desa.

Nah, inilah bedanya antara KDKMP dengan ritel modern yang lain. Kalau KDKMP itu keuntungan berputar di desa, kemudian ritel yang lain, dia dimiliki oleh pemilik modal,” tandasnya.

Baca Juga:  Mendes PDT Minta Pengurus KDKMP Tak Risau, Kewenangan PT Agrinas Hanya Selama Dua Tahun

Dengan demikian, Kemendes PDT meminta kepada semua elemen masyarakat benar-benar turut mengawal program KDKMP di setiap desa yang resmi di-launching Presiden Prabowo pada 16 Mei 2026 lalu.

Dengan harapan, agar berhasil dan membuahkan hasil maksimal. Di mana, di dalam kopdes tersebut memang disediakan semua kebutuhan masyarakat.

Mulai dari sembako, elpiji, pertanian, perkoperasian, hingga klinik kesehatan.

”Ini yang dilihat oleh Pak Prabowo, KDKMP sebagai alat penguatan ekonomi sekaligus pengentasan kemiskian,” imbuhnya.

Meski demikian, di sisi lain, Kemendes PDT akan tetap mendorong desa yang selama ini sudah memiliki BUMDes dan telah berjalan dengan baik.

Seperti menggulirkan unit usaha desa wisata, desa ekspor, ekonomi kreatif, hingga program pengembangan ekonomi lainnya.

”Secara garis besar antara BUMDes dengan KDKMP tidak akan bersinggungan atau saling mematikan. Justru saling memperkuat. Maka, program ekonomi desa ini juga kita perkuat satu sama lain,” pungkasnya. (ris/fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *