Desakita.co – Menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, Pemkab Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), menggelar Grebeg Apem Megengan.
Event yang selalu dinanti setiap tahun ini dilengkapi kirab 17 gunungan apem.
Pantauan dilokasi, tradisi Grebeg Apem Megengan kali ini berbeda. Untuk kali pertama, gunungan apem diberangkatkan dari halaman gedung DPRD Jombang.
Tempat pertama ini dianggap bagus karena DPRD adalah simbol wakil rakyat, juga simbol pemberdayaan yang mengakomodir keberagaman agama.
Terdapat 17 tumpeng apem yang menggambarkan jumlah rakaat salat lima waktu.
”Alhamdulillah hari ini kami menyambut bulan suci Ramadan dengan tradisi megengan, harapannya bisa meningkatkan syiar Islam kepada masyarakat,” kata Nurkamalia Kepala DKPP Jombang.
Ia menjelaskan, apem memiliki sarat makna. Sebagai makanan tradisional, apem berasal dari kata Afwan yang berarti memohon ampun kepada Allah SWT.
Maknanya, menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih karena semua saling memaafkan.
”Ada 17 tumpeng apem yang 16 dikirab, yang satu gunungan apem paling besar menyambut di Alun alun Jombang,” tambahnya.
Tidak bekerja sendiri, menurut Nur, sapaan akrabnya, kegiatan kali ini gabungan dari seluruh OPD, Perusda dan beberapa stakeholder swasta di Jombang.
Termasuk gabungan sekolah Islam di Jombang, Basnaz dan Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Kirab juga diikuti 2.500 siswa SD dan SMP Islam.
Ditambahkan, Grebeg Apem Megengan juga dilengkapi gelar pangan murah. Sedikitnya, ada tiga ton beras, minyak, gula pasir dan telur yang langsung habis diserbu masyarakat.
”Kami bekerjasama dengan Bulog, tujuannya turut menekan angka inflasi tinggi. Sekaligus turut mengendalikan harga pangan. Seperti kita tahu harga beras akhir-akhir ini tinggi,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) dengan menggelar Festival Kuliner Ramadan yang melibatkan semua UMKM di Jombang.
Pj Bupati Jombang Sugiat turut mengapresiasi kegiatan DKPP dan seluruh stakeholder yang menyukseskan Grebeg Apem Megengan.
Tradisi itu sebagai pengingat datangnya bulan suci Ramadan. ”Saya sampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini,” jelasnya.
Pihaknya berharap, Grebeg Apem Megengan dapat berdampak besar, terutama dalam mempersiapkan bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih.
Tak lupa, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling menghargai perbedaan awal puasa, bersikap bijaksana untuk menjaga kerukunan.
”Jaga kesatuan dan persatuan umat Islam, ke depankan nilai toleransi ukhuwah, perbedaan, menjaga suasana tetap teduh dan kondusif,” pungkas Sugiat. (wen/bin/ang)












