Asal-Usul

Asal-usul Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno Jombang: Dulunya Hutan Lebat dan Angker, Didirikan Prajurit Pangeran Diponegoro

×

Asal-usul Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno Jombang: Dulunya Hutan Lebat dan Angker, Didirikan Prajurit Pangeran Diponegoro

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno.

Desakita.co – Desa Grobogan adalah salah satu desa di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dihimpun dari berapa sesepuh desa, asal mula Desa Grobogan memiliki banyak versi cerita yang cukup bervariasi.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya tempat-tempat yang dikeramatkan di desa Grobogan, karena desa Grobogan terdiri dari 4 (empat) dusun, yaitu, dusun Grobogan, Dusun Purwodadi, dusun Sukorejo dan Dusun Mulyorejo.

Masing-masing dusun memiliki sejarah tentang berdirinya dusun atau cerita tentang orang pertama yang membuka dusun (babat desa) tersebut.

Baca Juga:  KH Wahab Chasbullah dan KH Bisri Syansuri Asal Jombang Jadi Legislatif Terpilih Pemilu Pertama 1955, Begini Sejarahnya

Kepala Desa Grobogan Misia Arsa Whiliyanti Aptadda menjelaskan, misalnya di Dusun Grobogan, orang pertama yang dipercaya sebagai orang yang membuka dusun adalah Mbah Ngabey.

Orang pertama yang dipercaya  membuka dusun Purwodadi adalah mbah Purwokondo.

“Sedangkan di dusun Sukorejo dan dusun Mulyorejo masing-masing yang dianggap sebagai perintis (yang membuka dusun) pertama kali adalah Mbah Sanggar (di Sukorejo) dan mbah Ijo (di Mulyorejo),” ujar dia.

Dijelaskan, pada tahun 1825 – 1830 meletus perang besar di tanah Jawa, yaitu perang antara Kesultanan Mataram yang dipimpin Oleh Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda.

Baca Juga:  Asal-Usul Pembangunan Pendopo Kabupaten Jombang (1): Butuh Waktu Tiga Tahun, Ditempati Bupati Pertama

Dalam perang tersebut Belanda mampu membuat pasukan pangeran Diponegoro berantakan dan mengalami kekalahan, sehingga banyak pengikut setia pangeran Diponegoro yang melarikan diri meninggalkan daerah Mataram ke daerah-daerah lain untuk mencari tempat yang aman dari ancaman Belanda.

“Para pengikut pangeran Diponegoro banyak tersebar ke daerah-daerah untuk menyelamatkan diri dan untuk menyusun kekuatan untuk terus mengobarkan semangat juang melawan Belanda,” terangnya.

Baca Juga:  Asal-usul Berdirinya Desa Japanan, Mojowarno Jombang: Dulunya Bernama Jopoan, Dikenal karena Banyak Dukun Suwuk

Konon menurut cerita yang layak dipercaya, lanjut dia, diantara para pengikut setia pangeran Diponegoro tersebut  ada yang bernama Mbah Ngabey yang melarikan diri ke kawasan Timur sampai di Hutan Kracil di bantaran sungai Pancir yang merupakan batas bekas kerajaan Mojopahit.

“Kondisi hutan Kracil tersebut sangat lebat, angker dan wingit. Kemudian Mbah Ngabey membabat hutan tersebut untuk dijadikan tempat tinggal, dan akhirnya tempat tinggal Mbah Ngabey tersebut diberi nama Grobogan sebagai nama desa Grobogan,” pungkasnya. (ang)

Respon (5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *