Potensi

Tahun Pelajaran Baru Tiba, Perajin Batik Asal Desa Jatipelem Terima Pesanan Hingga Luar Kota

×

Tahun Pelajaran Baru Tiba, Perajin Batik Asal Desa Jatipelem Terima Pesanan Hingga Luar Kota

Sebarkan artikel ini
KEBUT PESANAN: Produsen batik tulis di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek mengebut pesanan Kamis (4/7).

Desakita.co – Momentum tahun pelajaran baru 2024-2025, membawa berkah bagi perajin batik di Jombang.

Salah satunya diakui Sutrisno, perajin batik asal Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek yang pesanannya melonjak hingga 60 persen.

Di rumahnya, tampak sejumlah pekerja sibuk mengebut pesanan batik. Bermodalkan canting dan malam yang telah dipanaskan, mereka lihai membatik di atas kain polos.

”Ya ini kita sedang mengebut pesanan kain seragam batik, karena ini jelang masuk tahun pelajaran baru,’’ ujar Sutrisno, kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (4/7).

Baca Juga:  Peduli Generasi Muda, Pemdes Podoroto Jombang Kembangkan Klub Sepak Bola Garuda Muda

Ia mengakui, pesanan batik yang datang kepadanya naik hingga 60 persen.

Paling banyak adalah pesanan dari sekolah lingkup Kemenag Jombang.

Baca Juga: Gunakan Bahan Alami, Penyedia Jasa Jamasan Pusaka Asal Desa Mojotengah Jombang Ini Banjir Pesanan

Pasalnya, dari sekolah di lingkup Dinas P dan K Jombang masih proses penerimaan siswa baru (PPDB).

”Paling banyak dari lingkup madrasah mulai MI, MTs dan kalau untuk SMPN yang melalui dinas pendidikan masih menunggu pendafaran siswa baru selesai,’’ papar dia.

Baca Juga:  Peringati Hari Hiu Paus Internasional, Anggota Dewan Pers Lepas Penyelam Gorontalo Bersihkan Sampah Laut

Batik yang dipesan melalui dirinya, dijual Rp 35.000 per meter. Satu sekolah ada yang memesan hingga 4.000-5000 meter.

”Jadi yang dipesan rata rata adalah jenis printing. Bukan jenis cap atau tulis. Sebab, mereka sudah menyediakan motifnya, kita tinggal cetak saja,’’ papar dia.

Diakui Sutrisno, pemesan batik bukan hanya dari Jombang.

Bahkan dari sekolah MI Ulul Albab Boalemo Gorontalo juga rutin memesan kepada dirinya setiap tahun.

Baca Juga: Desa Kromong Ngusikan Jombang Tiap Tahun Rutin Gelar Sedekah Bumi, Pemdes: Lestasikan Budaya dan Kearifan Lokal di Era Modern

Baca Juga:  Dipasarkan Hingga Kota Surabaya, Segini Harga Rengginang Mentah Bikinan Warga Desa Plosokerep Jombang

“Ada juga MI dari Gorontalo dan sudah menjadi langganan rutin,’’ jelas dia.

Sejak bulan lalu, ia mengakui omzet dari pesanan seragam batik meningkat hingga 60 persen.

Dari yang biasanya Rp 10 juta menjadi Rp 33 juta lebih.

Bahkan, pada puncak-puncaknya, ia bisa meraup cuan hingga Rp 50 juta dalam masa tahun pelajaran baru. ”Memang disini sering jadi jujugan sekolah untuk seragam batik sekolah,’’ pungkasnya. (ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *