Bisnis

Punya 100 Peternak Ikan, Begini Peran Pemdes Rejoagung Jombang Genjot Perekonomian Lewat Perikanan

×

Punya 100 Peternak Ikan, Begini Peran Pemdes Rejoagung Jombang Genjot Perekonomian Lewat Perikanan

Sebarkan artikel ini
JADI ANDALAN: Kades Rejoagung Kasani (kanan) memberi makan ikan di salah satu kolam bersama warga, Sabtu (9/12).

DesaKita.co – Selain pertanian, sektor perikanan selama ini menjadi salah satu tumpuan perekonomian Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Itu setelah memiliki banyak warga yang menggeluti ternak ikan.

”Di Desa Rejoagung sebanyak 100 warga yang menjadi peternak ikan,” ujar Kepala Desa Rejoagung Ahmad Kasani kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dikatakannya, dari 100 peternak tersebut terbagi menjadi tiga kelompok peternak ikan.

Baca Juga:  Lewat Manik-Manik, Nama Desa Plumbon Gambang Jombang Harum hingga Tingkat Internasional

”Ada kelompok pembibitan, pembesaran ikan bawal, dan patin,” katanya.

Diungkapkannya, budi daya ikan di Desa Rejoagung sudah tumbuh sejak tahun 1998. atau saat krisis moneter terjadi di Indonesia.

”Saat itu banyak warga yang tidak bekerja akhirnya membuat usaha budi daya ikan ini sampai sekarang,” ungkapnya.

Dikatakannya budi daya ikan di Desa Rejoagung cukup dikenal.

Baca Juga:  Terapkan Prinsip Industri Hijau, PT CJI Jombang Raih Penghargaan Industri Hijau Level Lima 3 Kali Berturut-turut

Bahkan pada tahun 2004 berhasil meraih juara tingkat nasional budi daya ikan.

”Dulu waktu pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kami diundang ke Istana Merdeka karena meraih hasil budi daya ikan terbaik,” bebernya.

Untuk mengembangkan usaha tersebut pemerintah desa juga berperan aktif untuk membantu para pembudi daya ikan.

Baca Juga:  Pemdes Mentaos Gudo, Jombang Tingkatkan Ekonomi Warga Melalui UMKM, Libatkan Pelaku Usaha Setiap Kegiatan Desa

”Kami juga memberikan bantuan berupa bibit dan lain sebagainya untuk mempermudah masyarakat membudidayakan ikan,” ungkapnya.

Bahkan, setiap tahun pihaknya memberikan pelatihan mulai dari cara perawatan ikan, mengatasi penyakit, dan pemasaran.

”Sekarang para peternak mampu menjual ikannya sendiri ke beberapa wilayah seperti Gresik, Surabaya dan kabupaten atau kota lainnya,” pungkas Kasani. (yan/naz/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *