Desakita.co – Sedekah bumi di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu menjadi tradisi yang sampai saat ini dipertahankan.
Selain nguri-uri budaya leluhur, ajang tahunan ini juga dimanfaatkan pemerintah desa (pemdes) untuk meningkatkan sektor UMKM.
Kades Kudubanjar Gatot Kuswanto mengatakan, kegiatan sedekah bumi rutin digelar setiap tahun.
Tahun ini, rangkaian kegiatan sedekah bumi digelar sekitar 15 hari dimulai sejak 3 September.
Beragam kegiatan digelar mulai dari karnaval, pengajian hingga pasar malam.
Baca Juga: Wadahi Bakat dan Minat Siswa, MTsN 12 Jombang Borong Prestasi di Awal Tahun Pelajaran
Puncaknya tumpengan di balai desa, Minggu (15/9). Malam harinya dilanjut dengan pagelaran wayang kulit.
”Jadi ini kegiatan rutin yang harus kita rawat dan lestarikan,” kata Gatot kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Selain sebagai ajang membangun kerukunan antarwarga, kegiatan sedekah desa juga jadi ajang promosi produk UMKM.
”Seperti pasar malam di lapangan desa, ini sudah dimulai sejak 3 September sampai 15 September kemarin. Pelaku UMKM kita tampung di situ,” imbuh dia.
Langkah ini dilakukan, dengan harapan UMKM wilayah setempat juga ikut terangkat.
Sebab, data yang ada di desa, ada lebih dari 20 pelaku usaha. Sehingga, sedekah bumi menjadi salah satu peluang meningkatkan ekonomi masyarakat.
”Karena itu, ada banyak serangkaian kegiatan. Acara sedekah bumi juga kita bedakan dengan hari jadi desa,” ujar Gatot.
Baca Juga: Dongkrak UMKM Tahu, Ponpes Shofwanul Hikmah di Desa Badas Jombang Gelar Salawat dan Maulid Akbar
Harapannya, dengan adanya tradisi itu masyarakat juga semakin rukun. ”Bentuk rasa syukur kami kepada Yang Maha Kuasa, diberi kesuburan tanah.
Karena kita makan asalnya dari hasil bumi di sini (Kudubanjar),” tutur dia.
Desa Kudubanjar memiliki empat dusun. Meliputi Dusun Kudu, Ketapanglor, Ketapangkidul, dan Dusun Banjarejo.
”Alhamdulillah masyarakat antusias, seperti karang taruna juga ikut membantu setiap kegiatan,” kata Gatot. (fid/naz)












