Uncategorized

Jalan Poros Mojoagung-Mojowarno di Desa Ini Rusak: Lubangnya Makin Lebar

×

Jalan Poros Mojoagung-Mojowarno di Desa Ini Rusak: Lubangnya Makin Lebar

Sebarkan artikel ini
BUTUH PERBAIKAN: Jalan rusak di Dusun/Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno (3/1). (Achmad RW/Radar Jombang)

DesaKita.co – Kondisi beberapa jalan kabupaten di Jombang kembali rusak dan berlubang. Salah satunya bisa ditemukan di ruas Mojoagung hingga Mojoduwur Mojowarno.

Di lokasi ini, lubang jalan terpantau merata. Mulai di Desa Karangwinongan, Desa Rejoslamet, Grobogan hingga Desa Mojoduwur Kecamatan Mojowarno.

Salah satu yang parah berada di Dusun/Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno.

Baca Juga: Dukung Akses Pertanian, Desa di Jombang Ini Bangun Jalan Rabat Beton dari Dana Desa

Baca Juga:  Desa Pagerwojo, Jombang Kembangkan Kampung Sentra Produksi Keripik Malaysia

Lubang jalan dengan lebar hingga 50 centimeter dan cukup dalam, terpantau tersebar merata.

’’Beberapa titik parah sekali lubangnya, dan makin hari makin lebar,’’ kata Rizal, warga di lokasi (3/1).

Kerusakan jalan itu sangat meresahkan karena sudah sering mengakibatkan korban kecelakaan.

’’Kalau malam kan gelap, lampunya tidak maksimal, jadinya banyak yang terjerembab terus jatuh,’’ terangnya.

Baca Juga:  Libur Nataru Tiba, Besok Diprediksi 63 Ribu Kendaraan Lewati Tol Jomo

Ia berharap, perbaikan jalan bisa segera dilakukan.

Terlebih, jalan itu merupakan jalur poros menuju sejumlah wilayah penting di Mojoagung-Mojowarno-Wonosalam-Bareng.

’’Ini kan jalur poros, jadi harapannya lebih diutamakan, pekerja pabrik kan juga banyak yang lewat sini,’’ urainya.

Baca Juga: Wabah PMK di Jombang Meluas, Tembus 421 Kasus, Menyebar di 21 Kecamatan

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Agung Setiadji, tak membantah masih adanya kerusakan jalan itu.

Baca Juga:  Dulu Jadi Andalan Petani, Kini Keberadaan Sumur P2AT di Desa Sebani, Sumobito Jombang Memprihatinkan

’’Kita tampung informasinya, yang jelas kita akan perbaiki, tetap dengan pemeliharaan,’’ kata Agung.

Penambalan belum bisa dilakukan hari-hari ini. Hal itu berkaitan dengan ketersediaan material aspal.

’’Sembari proses pengadaan logistik, kita data dulu titik-titik yang rusak, sehingga nanti ketika material sudah datang kita bisa langsung jalan,’’ jelasnya. (riz/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *