Kuliner

Rasa Gurih Pedasnya Bikin Pelanggan Ketagihan, Ini Asal-usul Sate Tugu Penceng di Desa Menganto Jombang

×

Rasa Gurih Pedasnya Bikin Pelanggan Ketagihan, Ini Asal-usul Sate Tugu Penceng di Desa Menganto Jombang

Sebarkan artikel ini
DIPANGGANG: Pekerja saat memanggang sate tugu penceng.

Desakita.co – Sate Tugu Penceng di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang jadi jujugan pecinta kuliner dari berbagai tempat.

Perpaduan rasa gurih dan pedasnya selalu mengundang pelanggan kembali lagi.

Sate tugu penceng yang terletak di sebelah timur Kantor Desa Menganto ini memang menyajikan rasa yang berbeda.

Pengelola Sate Tugu Penceng Firnanda Setiawati 24 mengatakan, sate ini berdiri sejak 30 tahun lalu.

“Saat ini sudah generasi ke 2, pertama nenek kemudian mama saya,” jelasnya.

Baca Juga:  Inovatif dalam Pelayanan! RSUD Jombang Raih 5 Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Baca Juga: Daftar 9 Desa di Jombang dengan Potensi Sentra Kuliner, Nomor 4 Sudah Terkenal Sejak Era Gus Dur Hingga Jokowi

Nama tugu penceng sendiri, diambil dari sebuah tugu yang terletak di perempatan jalan Desa Menganto.

“Dulu itu namanya warung sate gitu aja, kebetulan letak warung ini bersebalahan dengan tugu penceng kemudian beralih nama,” kata dia.

Diceritakan, Sate Tugu Penceng merupakan sate yang terbuat dari daging sapi.

Beda dari yang lain, sate yang terbuat dari daging sapi ini sangat empuk sehingga bisa dinikmati semua kalangan.

Baca Juga:  Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas Buka Lahan Baru untuk Tanam Kopi Bendil

Tak heran jika banyak orang yang mengantre untuk makan di warung sate Tugu Penceng ini.

Baca Juga: Pecinta Durian Wajib Coba! Ini Daftar 5 Kuliner Olahan Durian Wonosalam Jombang

Jam buka sate Tugu Penceng ini mulai pukul 06.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB.

Namun bisa jadi tutup lebih awal jika persediaan sate sudah habis.

Dalam sehari, omzet penjualan sate bisa tembus Rp 30 juta.

Baca Juga:  Program Wifi Gratis untuk Seluruh Desa di Jombang Segera Direalisasikan, Aktivis Berharap Prosedurnya Transparan

“Sehari kurang lebih menghabiskan 5000 porsi atau setara dengan 1 ekor sapi,” papar dia.

Harganya pun sangat ramah dikantong, mulai Rp 17 ribu per porsi sudah bisa menikmati sate dan kuah gule sapinya.

“Sate Rp 17 ribu per porsi sudah isi nasi dan kuah dan 4 tusuk sate, jika sate saja per porsi Rp 27 ribu, isianya bisa request, daging saja atau campur,” jelasnya. (ang)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *