Desakita.co – PP Darul ‘Ulum Kepuhdoko Tembelang menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024, kemarin (22/10). Diikuti 3.500 orang.
Terdiri dari para santri dan siswa MI, SMP, MTs, Madin, SMK dan MAN 9 Jombang. Juga MWC NU Tembelang, LP Ma’arif, serta warga NU Kecamatan Kesamben dan Kudu.
’’Kita memperingati HSN dengan upacara kemudian kenduri sebanyak 420 tumpeng,’’ kata Pengasuh PP Darul ‘Ulum Kepuhdoko, KH Mustain Hasan.
Pembina upacara, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, Dr KH Azam Khoiruman Nadjib (Gus Heru), mengatakan, PP Darul ‘Ulum Kepuhdoko dulunya dikenal dengan Pondok Doko.
Jelang apel Resolusi Jihad di Surabaya, KH Wahab Chasbulloh mengumpulkan warga NU se-Jombang utara di Pondok Doko.
Saat Agresi Militer Belanda kedua pada 1948, pasukan Belanda bermarkas di Pabrik Gula Gedeg (PG Gempolkrep) Mojokerto.
Sedangkan tentara Indonesia yang diperkuat Laskar Hizbullah bertahan dan bermarkas di Pondok Doko serta di Pojokkulon.
Pasukan Laskar Hizbulloh di bawah panglima KH Wahib Wahab dalam komando Batalyon Munasir dan Batalyon Mansyur Sholihi.
Komandan tempurnya antara lain, KH Yusuf Hasyim, KH Kholiq Hasyim, M Syakir, M Hasan dan KH Aziz Bisri Denanyar. ’’Peristiwa pertempuran bersejarah itu dikenal dengan Perang Gedeg,’’ terangnya. (wen/jif)












