Pemerintahan

Setahun Dibiarkan Rusak, 5 Pintu Dam Yani di Desa Budusidorejo Jombang Tak Berfungsi

×

Setahun Dibiarkan Rusak, 5 Pintu Dam Yani di Desa Budusidorejo Jombang Tak Berfungsi

Sebarkan artikel ini
BERJIBAKU: Warga bersama petugas melakukan pembersihan sangkrah di pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito yang tak fungsi, Kamis (23/1).

Desakita.co – Sebanyak lima pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito sejak setahun terakhir rusak.

Padahal keberadannya sangat vital untuk mengendalikan banjir, terutama di wilayah Kabupaten Jombang.

Kondisi ini diperparah dengan kerusakan sayap Dam Balongsono sejak beberapa hari terakhir.

Warga pun waswas ancaman banjir besar jika sewaktu-waktu tanggul Dam Balongsono jebol. Pemkab melalui dinas PUPR Jombang sudah melaporkan hal tersebut ke BBWS Brantas selaku pemilik aset.

Pantauan di lokasi Senin (27/1), aliran air di Sungai Ngotok Ring Kanal mengalir deras. Pusaran air terlihat tertahan di pintu Dam Yani.

Namun demikian, tak seluruh pintu bendung dibuka. Menyusul terdapat lima pintu dam yang rusak sejak setahun terakhir.

Warga bersama petugas berjibaku membersihkan tumpukan sangkrah berupa potongan bambu dan rumpun bambu yang nyangkut pintu dam sejak beberapa hari terakhir.

Baca Juga: 530 Lahan Pertanian di 7 Kecamatan Terendam Banjir, Ini Penjelasan Disperta Jombang

Kasun Budug Hadi Kuswoyo mengatakan, ada 12 pintu di Dam Yani.

Baca Juga:  Gegara Tanggul Jebol, Puluhan Rumah Warga Desa Banjarsari Jombang Terendam Banjir

Kondisinya sekarang ini seluruhnya tak bisa dibuka. ”Sekarang ada lima pintu rusak atau tidak bisa dibuka, sedangkan debit air sungai sekarang sangat tinggi,” kata Hadi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia pun tak mengetahui penyebab kerusakan pintu dam tersebut. Namun demikian, lima pintu yang rusak itu diperkirakan baru dipasang sekitar 2022 lalu.

Kerusakan menurut Hadi sudah berlangsung sejak setahun terakhir. ”Pintunya itu otomatis, ketika diperbaiki harus ada teknisi.

Tidak bisa manual seperti dulu menggunakan balok kayu,” imbuh dia.

Dampak tak berfungsinya kelima pintu itu membuat aliran sungai Ngotok Ring Kanal tersendat. Kondisi itu didukung dengan menumpuknya sangkrah berupa potongan kayu dan rumpun bambu di lima pintu itu.

”Debit air tinggi, sedangkan posisi sekarang tidak bisa mengalir lancar. Mengakibatkan wilayah Sumobito dan sekitarnya rawan banjir,” ujar Hadi.

Pihaknya sudah sejak jauh-jauh hari lapor ke pemilik kewenangan sungai.

Baca Juga:  Jalur Alternatif Penghubung Kesamben - Tembelang Jombang Dihiasi Lubang, Begini Kondisinya

Hanya saja, belum ada tindak lanjut. ”Semakin banyak bambu dan pohon ikut terbawa aliran, maka akan semakin banyak yang menumpuk di sini,” tutur dia.

Baca Juga: Dampak Sawah Banjir, Dinas Pertanian Jombang Temukan 202 Hektare Sawah Puso

Karena itu, warga bersama petugas kerja bakti membersihkan sangkrah. Harapannya, tak semakin banyak hingga berdampak ke pintu lainnya.

”Harapan kami, BBWS Brantas bisa segera melakukan tindakan, supaya airnya bisa mengalir lancar dan normal kembali,” kata Hadi.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi tak menampik ada lima pintu Dam Yani yang kini rusak dan tak bisa dibuka. ”Jadi ada lima buah pintu posisinya rusak, sudah kami sampaikan lama ke balai (BBWS Brantas) juga bersurat,” ungkap Bayu, Senin (27/1).

Perjalanannya sudah dilakukan penanganan, hanya saja belum sampai tuntas.

”Pintunya sudah elektrik semua, tetapi tidak diberikan alternatif ketika terjadi macet. Artinya tidak bisa manual ketika pintu itu macet,” imbuh dia.

Baca Juga:  Penuh Lubang Hingga Ancam Pengendara, Jalan Antar Desa di Jombang Ini Rusak Parah

Kali Gunting maupun Sungai Ngotok Ring Kanal mengalir ke Dam Yani. Sehingga, ketika debit air tinggi idealnya seluruh pintu harus dibuka.

Namun, karena saat ini terdapat kendala, mengakibatkan aliran sungai tak bisa lancar. ”Otomatis di hulu sekarang air antre dan muka air naik, karena adanya sumbatan,” ujar imbuhnya.

Baca Juga: Imbas Banjir Melanda Kecamatan Kesamben Jombang, Sawah Petani Jadi Rusak Hingga Gagal Tanam

Pihaknya, sementara ini tak bisa berbuat banyak. Karena pintu yang rusak tak bisa dilakukan penanganan.

”Teman-teman di lapangan sekarang tidak bisa apa-apa, pintu tidak bisa diangkat atau dibuka. Hanya bisa membersihkan sangkrah-sangkrah,” tutur dia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melaporkan perihal kerusakan sayap kiri Dam Balongsono yang merupakan salah satu pengendali banjir di DAS Kali Gunting.

”Ini sangat berbahaya terhadap permukiman di sekitar Dam Balongsono khususnya, dan DAS Kali Gunting umumnya,” tegasnya. (fid/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *